Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Prabowo Perintahkan Semua Warga Punya Rekening Bank, Apa Urgensinya?

badge-check


					Warga RI harus punya rekening bank Perbesar

Warga RI harus punya rekening bank

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan terobosan baru berupa digitalisasi pemerintahan melalui aplikasi super Government Technology (GovTech) pada 17 Agustus mendatang.

GovTech merupakan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan publik, mendorong efisiensi birokrasi dan meminimalisasi potensi korupsi dengan menggabungkan berbagai layanan digital di kementerian dan lembaga.

Dengan integrasi layanan dalam satu platform, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan secara lebih mudah dan transparan.

Salah satu terobosan dalam digitalisasi ini adalah kebijakan mewajibkan setiap keluarga memiliki rekening bank guna memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran.

Jika keluarga tersebut termasuk penerima manfaat, bantuan dapat langsung ditransfer ke rekening mereka.

“Presiden ingin meresmikan program GovTech pada 17 Agustus nanti. Program ini akan menyatukan semua aplikasi yang ada di kementerian dan lembaga, sehingga menciptakan efisiensi serta mengurangi peluang korupsi,” terang Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu (19/3).

Luhut menyebutkan bahwa implementasi GovTech berpotensi menghemat anggaran negara dalam jumlah besar.

“Kami sudah menghitung, efisiensi anggaran pemerintahan yang bisa dicapai hampir Rp100 triliun. Angka pastinya akan disampaikan secara bertahap,” ujarnya.

Empat Pilar Govtech

GovTech dikembangkan dengan empat pilar utama. Pilar pertama berfokus pada optimalisasi penerimaan negara, baik dari pajak maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Dalam pilar ini, sistem digital yang digunakan mencakup Coretax untuk pajak dan Simbara untuk PNBP dari sektor mineral serta batu bara.

Pilar kedua bertujuan meningkatkan efisiensi belanja negara melalui sistem e-katalog versi 6.0.

Sistem digital ini menghadirkan fitur baru seperti pengawasan real-time, integrasi lintas kementerian/lembaga, analisis kebutuhan otomatis, serta evaluasi vendor berbasis data guna memastikan belanja negara lebih efisien dan tepat sasaran.

Pilar ketiga mencakup pelayanan publik, seperti administrasi kependudukan atau KTP, SIM, paspor, pendidikan, dan kesehatan.

Sistem digital dalam pilar ini dirancang untuk mengurangi birokrasi berlebihan dan memberikan layanan yang lebih cepat serta mudah bagi masyarakat.

Pilar terakhir berfokus pada kemudahan berusaha melalui penyempurnaan sistem Online Single Submission (OSS).

Integrasi yang lebih baik pada OSS diharapkan dapat mempercepat proses perizinan usaha, meningkatkan daya saing investasi, serta mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ramai Boikot Produk RI di Malaysia hingga Pemerintah Buka Suara

9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Resmi Terbit! Perpres Ojol Atur Biaya Platform Maksimal 8 Persen

8 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Penjualan Sepeda Motor September 2026 Melonjak 15,37%, Tembus 654 Ribu Unit

8 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Sembilan Hakim MK Kini Menghadapi Sidang Etik di MKMK

8 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Waspada Impostor Content: Modus Baru Penipuan Digital yang Catut Nama Pejabat

7 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Mendag Ungkap Penyebab Harga Kedelai Mahal

6 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Menanti Kehadiran Nusron Wahid di Meja Saksi KPK Pekan Ini

6 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Sepanjang 2026 Semeru Catatkan Letusan ke-1924, Termasuk Hari Ini

6 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Trending di Nasional