Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

3400 Korban Tewas di Iran, Namun AS Tunda Serangan Karena Ini

badge-check


					3400 Korban Tewas di Iran, Namun AS Tunda Serangan Karena Ini Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, TEHRAN-Berdasarkan sejumlah laporan media internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk sementara menunda rencana serangan militer terhadap Iran.

Dalam 48 jam terakhir, kedua pemimpin disebut telah melakukan komunikasi intensif melalui sambungan telepon sebanyak dua kali. Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya aksi kekerasan terhadap para demonstran di berbagai wilayah Iran.

Laporan Axios dan The New York Times, yang mengutip pejabat senior Amerika Serikat dan Israel, menyebut Netanyahu pertama kali menghubungi Trump pada Rabu dan kembali menelepon pada Kamis malam. Dalam percakapan awal, Netanyahu meminta agar Trump menunda langkah militer terhadap Iran.

Permintaan itu dimaksudkan untuk memberi waktu bagi Israel mempersiapkan sistem pertahanannya, terutama jika Iran melancarkan serangan balasan. Permohonan tersebut disebut ikut memengaruhi keputusan Trump untuk tidak segera melakukan aksi militer.

“Tidak ada yang meyakinkan saya. Saya sampai pada kesimpulan itu sendiri,” kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih pada Jumat.

Trump menambahkan bahwa laporan mengenai Iran yang membatalkan hukuman mati terhadap lebih dari 800 orang menjadi salah satu faktor penting dalam pertimbangannya.

Sementara itu, Direktur Mossad David Barnea dilaporkan tiba di Amerika Serikat pada Jumat untuk membahas situasi Iran. Ia dijadwalkan bertemu dengan utusan Gedung Putih Steve Witkoff di Miami, meski belum ada kepastian apakah ia juga akan menemui Trump di kediamannya di Mar-a-Lago.

Gelombang kekerasan di Iran terus menuai kecaman internasional. Sebuah lembaga hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia melaporkan telah memverifikasi kematian 3.428 demonstran.

Namun, lembaga tersebut memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar karena pemutusan akses internet sejak 8 Januari. Media Iran International bahkan mengutip sumber yang memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 12.000 orang.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Kamis menyatakan bahwa Teheran menghentikan rencana eksekusi terhadap sekitar 800 orang setelah adanya peringatan dari Trump.

Meski demikian, para pengamat menilai Iran jarang menjatuhkan hukuman mati secara terbuka dengan alasan aksi protes. Otoritas biasanya mengubah status para demonstran menjadi “perusuh”, “pengacau”, atau “teroris” agar memungkinkan penerapan hukuman yang lebih berat.

Di sisi lain, sejumlah pejabat Israel menilai bahwa meskipun situasi saat ini relatif tenang, potensi serangan Amerika Serikat masih terbuka dalam beberapa hari ke depan.

Laporan CNN menyebutkan sistem pertahanan Israel masih berada dalam kondisi kelelahan setelah konflik selama 12 hari melawan Iran pada Juni lalu, sehingga berpotensi memperumit situasi jika eskalasi kembali terjadi.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional