Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, BANYUWANGI – Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI) Banyuwangi menutup tahun 2025 dengan terus mengobarkan tekad dan semangat memperjuangkan harkat dan martabat penyandang disabilitas.
Komitmen YALI itu disuarakan dalam acara bertajuk Refleksi Aura Lentera Akhir Tahun 2025 di Ajeg Resto, Dusun Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Selasa (31/12/2025).
Refleksi akhir tahun YALI jadi ruang evaluasi seluruh aktivitas advokasi, pendampingan, dan pemberdayaan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025.
Acara dibuka M. Safarudi yang akrab disapa Cik Nang, selaku wakil ketua. Dilanjutkan arahan Bung Aguk Darsono, sesepuh sekaligus pengawas YALI.
Aguk menekankan pentingnya konsistensi perjuangan dalam mengangkat harkat dan martabat penyandang disabilitas serta memperjuangkan kesetaraan hak di masyarakat.
Ketua Yayasan Aura Lentera Indonesia, Nurhadi Windoyo, menyatakan, meski berbagai aktivitas yang dilakukan terlihat sederhana,
dampaknya mampu menggerakkan masyarakat Banyuwangi, bahkan Indonesia untuk mulai membangun kehidupan yang inklusif, dimulai dari lingkup keluarga dan pendidikan.
Windoyo, yang penyandang tunanetra sejak usia 16 tahun ini menambahkan, tahun 2025 adalah tonggak penting bagi Aura Lentera.
Karena sejak didirikan tahun 2006, baru 7 Februari 2025, YALI memiliki badan hukum. “Jadi hampir dua dasawarsa kita berjuang sebagai komunitas relawan tanpa badan hukum,” ujar ayah seorang anak lelaki ini.
Itu sebabnya suami Indah Catur Cahyaningtias (Direktur Program YALI 2025-2030), itu minta, setelah YALI punya badan hukum, organisasi sosial ini bisa berjalan jauh lebih profesional.
“Tidak ada pilihan lain. Kita harus profesional. Apalagi organisasi kita ini juga bekerja sama dengan lembaga internasional,” demikian Nurhadi Windoyo.**








