Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pada pertengahan Agustus 2025, Ahmad Sahroni membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut seruan pembubaran DPR sebagai “ide orang tolol sedunia”.
Ucapan tersebut memicu gelombang kritik keras dari masyarakat luas dan warganet, karena dianggap meremehkan aspirasi sekaligus kemarahan publik terhadap lembaga DPR.
Kritik itu kemudian berkembang menjadi aksi unjuk rasa besar, termasuk demonstrasi di depan Gedung DPR RI serta di berbagai titik wilayah Jakarta.
Situasi makin memanas ketika massa akhirnya menyerbu rumah pribadi Sahroni. Ribuan orang yang mengepung kediaman politisi Partai NasDem itu masuk dan membawa berbagai barang berharga.
Dari dalam rumah, terlihat barang-barang elektronik, pakaian, tas mewah, jam tangan mewah, hingga patung hero Iron Man turut dijarah. Bahkan pigura berisi foto keluarga Sahroni juga ikut dibawa massa.
Tidak berhenti di situ, dokumen-dokumen pribadi pun ikut jadi sasaran. Salah satu yang mencuri perhatian adalah ijazah milik Ahmad Sahroni. Dalam sebuah foto yang beredar luas di media sosial, tampak seseorang memperlihatkan ijazah SMP atas nama Ahmad Sahroni.
Yang kemudian menjadi sorotan warganet adalah daftar nilai yang tertera dalam ijazah tersebut. Nilai berbagai mata pelajaran Sahroni rata-rata hanya berkisar antara angka 6 dan 7.
Dari akun @faktajajarta 13 mata pelajaran yang tercantum, 11 di antaranya menunjukkan nilai 6, sementara hanya 2 mata pelajaran yang memiliki nilai 7, total nilai 68 dibagi 11 = 6,1 (di Ijazah tertulis 6,8 mengapa? -Red)
Penampakan ijazah itu langsung menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen yang menyoroti dan menyindir kondisi nilai akademik Sahroni tersebut, terutama jika dikaitkan dengan ucapannya yang sempat menyebut seruan pembubaran DPR sebagai “ide orang tolol sedunia”.****