Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Tim Polda Jatim Turun ke Lokasi Temuan Jasad Siswi MI di Kalibaru Banyuwangi

badge-check


					Polda Jawa Timur mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan dan rudapaksa siswi MI Kalibaru, Banyuwangi. Tim dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Farman, Senin, 30 Desember 2024. Instagram@bwi24jam Perbesar

Polda Jawa Timur mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan dan rudapaksa siswi MI Kalibaru, Banyuwangi. Tim dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Farman, Senin, 30 Desember 2024. Instagram@bwi24jam

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANYUWANGI–  Sudah satu setengah bulan berlalu, namun aparat kepolisian belum berhasil menguak siapa pelaku dugaan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap  siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kalibaru, Banyuwangi yang terjadi 13 November 2024.

Oleh karena itu,  sebuah tim penyidik dari Polda Jatim  dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman, turun ke lokasi  ke tempat kejadian perkara (TKP), Senin, 30 Desember 2024. Kasus ini belum terungkap sama sekali meski sudah berjalan satu setengah bulan lalu.

Kasus ini bermula ketika seorang siswi berusia tujuh tahun ditemukan tewas di kebun dekat rumahnya pada Rabu, 13 November 2024. Korban, yang dikenal dengan inisial DCN, 7, diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum dibunuh.

Saat ditemukan, DCN mengenakan seragam sekolah dalam kondisi tidak lengkap, dengan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Polisi telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti, termasuk sepeda dan pakaian korban, untuk dianalisis di laboratorium forensik. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku yang belum teridentifikasi.

Polda Jawa Timur telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dugaan pembunuhan dan pemerkosaan siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kalibaru, Banyuwangi. Tim yang dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman, mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin, 30 Desember 2024.
Kasus ini bermula ketika seorang siswi berusia tujuh tahun ditemukan tewas di kebun dekat rumahnya pada 13 November 2024. Korban, yang dikenal dengan inisial DCN, diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum dibunuh. Saat ditemukan, DCN mengenakan seragam sekolah dalam kondisi tidak lengkap, dengan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
Polisi telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti, termasuk sepeda dan pakaian korban, untuk dianalisis di laboratorium forensik. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku yang belum teridentifikasi.
Pengungkapan kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi MI di Banyuwangi mengalami kesulitan karena beberapa faktor. Di antaranya,  orang tua korban awalnya sulit memberikan keterangan kepada polisi akibat kondisi psikologis mereka setelah kehilangan anak. Namun, setelah beberapa waktu dan pendampingan dari ahli psikologi, mereka mulai bersedia memberikan informasi yang diperlukan.
Polisi telah memeriksa banyak saksi, dengan total mencapai 27 orang. Proses pengumpulan keterangan dari saksi-saksi ini memerlukan waktu dan ketelitian untuk memastikan konsistensi informasi yang diberikan.

Barang bukti yang dikumpulkan dari TKP masih dalam pemeriksaan laboratorium forensik. Hasil analisis ini sangat penting untuk menemukan petunjuk yang dapat mengarah kepada pelakuKasus ini melibatkan banyak aspek, termasuk penggalian informasi secara psikologis dari keluarga korban dan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang lingkungan sekitar.

Pihak kepolisian juga meminta dukungan dari masyarakat untuk melaporkan informasi apapun yang mencurigakan, namun partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi juga menjadi faktor penentu dalam pengungkapan kasus ini. Dengan berbagai tantangan ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus bekerja keras hingga pelaku dapat ditangkap dan diadili. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskon Khusus Bus Trans Jatim di HUT RI ke-81

11 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Festival Gambus Misri Muncul di Sumobito setelah 40 Tahun Menghilang

11 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Bupati Warsubi Lantik Pusoko Jadi Kades Antar Waktu Sumberteguh Kudu

11 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Trending di News