Penulis: Arief Hendro S | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Hujan deras dua hari terakhir nyaris lumpuhkan Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben. Banjir menggenangi rumah warga, tapi Pemerintah Kabupaten Jombang tak tinggal diam.
Kamis pagi, 2 April 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) langsung gaspol salurkan bantuan logistik ke warga terdampak.
Pantauan di lapangan menunjukkan kabar gembira: genangan air sudah surut drastis. Rumah-rumah yang sempat terendam kini mulai kering, seiring reda intensitas hujan. Hanya sisa air di titik-titik jalan rendah yang jadi saksi bisu bencana ini.
Kepala Desa Carangrejo, Supriaji, MT, tersenyum lega saat ditemui. “Alhamdulillah, banjir sudah surut. Hari ini tinggal beberapa titik jalan desa yang posisinya rendah,” ungkapnya, sambil mengajak tim menelusuri lokasi.

Warga didampingi petugas BPBD Pemkab Jombang melakukan aksi perbaikan jalan longsor, di desa Klitih, Plandaan Jombang, yang baru saja alami tanah longsor saat banjir besar akibat hujan esktrem, Kamis 2 April 2026. Foto: jombangkab.go.id
Langsung tindak lanjut arahan Bupati Jombang, Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, S.STP., M.Si., turun tangan. Didampingi Kepala Dinsos Agung Hariadi, S.T., M.M., mereka serahkan bantuan kebutuhan pokok secara door-to-door via kepala desa.
Rincian bantuan yang diserahkan:
-
BPBD Jombang: 35 karton lauk-pauk, 25 karton tambahan gizi.
-
Dinsos Jombang: 35 paket beras premium (5 kg), 40 paket gula pasir (1 kg), 25 paket minyak goreng, 10 dus mi instan.
“Seluruh bantuan ini kami titipkan langsung ke Kepala Desa untuk didistribusikan ke warga paling butuh,” tegas Agung Hariadi, sambil memastikan tak ada yang terlewat.
Tak berhenti di Kesamben, tim lanjut ke Dusun Pojok, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan. Di sana, longsor banjir rusakkan akses jalan utama. Gotong royong warga dan petugas langsung nyala: anyaman bambu dipasang sebagai pondasi awal, dilanjut pengisian pasir via sandbag.
“Perbaikan darurat ini swadaya bareng masyarakat. Prioritas utama: pulihkan akses agar roda ekonomi jalan lagi,” jelas Wiku Birawa, mata berbinar lihat semangat gotong royong.
Pemkab Jombang applaus sinergi ini. “Ke depan, kajian teknis mendalam jadi senjata andalan cegah banjir ulang di zona rawan,” tutup Wiku, janji solusi permanen untuk masa depan. **







