Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tas Hermes Seperti Birkin dan Kelly, Citra Tidak Sesuai Fakta, Kok Bisa?

badge-check


					Tas Hermes Seperti Birkin dan Kelly, Citra Tidak Sesuai Fakta, Kok Bisa? Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS, JAKARTA– Grace Tahir, salah satu orang terkaya di Indonesia, membagikan pendapatnya tentang tas-tas mewah Hermes, khususnya model Birkin dan Kelly. Menurutnya, tas-tas tersebut sangat overrated, dan ia memberikan beberapa alasan mengapa demikian.

Catatan redaksi : overrated dalam konteks ini adalah terlalu dibesar-besarkan, padahal kenyataannya tidak sebagus yang dipikirkan orang.

1. Risiko Dicuri

Grace menceritakan pengalaman seseorang yang ia kenal di sebuah mall high-end di Jakarta. Tas Hermes milik orang tersebut dicopet begitu saja saat sedang duduk di pinggir area mall. Hal ini menunjukkan bahwa membawa tas semahal itu justru bisa membuat pemiliknya menjadi target pencurian.

2. Mudah Terkena Goresan

Kulit yang digunakan pada tas Hermes dan Birkin ternyata sangat rentan terhadap goresan. Grace mengingatkan bahwa pemilik harus ekstra hati-hati saat membawanya karena sedikit saja gesekan bisa meninggalkan bekas. Bahkan jam tangan saja bisa tergores, apalagi tas yang lebih besar.

Baca juga: Orang Kaya yang Satu Ini Menghindari Brand Mewah tapi Norak, Kok Bisa?
Baca juga: Strategi Pemasaran Hermes, Pelanggan Diminta Menunggu 6 Tahun, Kok Bisa?

3. Berat dan Tidak Nyaman Dibawa

Salah satu kelemahan utama tas Hermes adalah bobotnya yang sangat berat. Grace menyebutkan bahwa satu tas bisa mencapai 1,5 kg, yang menurutnya sangat menyiksa bahu jika dibawa dalam waktu lama.

4. Tidak Semua Model Naik Harganya

Banyak orang beranggapan bahwa harga tas Hermes akan terus naik seiring waktu, tetapi Grace menegaskan bahwa hal ini tidak sepenuhnya benar. Kenaikan nilai tas tergantung pada model, ketersediaan stok, dan kondisi tas. Tidak semua tas Hermes pasti mengalami apresiasi nilai.

5. Syarat Beli yang Merepotkan

Grace juga mengkritik sistem pembelian tas Hermes di boutique resmi. Untuk bisa membeli Birkin atau Kelly, calon pembeli harus membeli berbagai produk lain terlebih dahulu sebagai syarat. Akibatnya, total uang yang dikeluarkan jauh lebih besar daripada harga tas itu sendiri.

Dari penjelasannya, Grace Tahir menekankan bahwa membeli tas Hermes hanya untuk pamer (flexing) mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi jika tidak benar-benar diperlukan, tas tersebut dinilai terlalu overrated. Ia menyarankan untuk mempertimbangkan kembali sebelum membelinya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Inilah Putri Bungsu, Tercantik dan Pintar Sultan Brunei

2 September 2026 - 19:18 WIB

Mi Goreng, Paling Disuka Konsumen Indonesia

30 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPJ Perdana Kelantan Bangun Gedung Baru 13 Lantai, Siap Menyambut Ledakan Pasien

28 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Trending di Headline