Penukis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, LUMAJANG– Pada 10 Maret 2027 pukul 18.07 WIB, Gunung Semeru dilaporkan menyemburkan awan panas sejauh 3 km, memicu Kabupaten Lumajang menetapkan status siaga darurat level III.
Artinya seluruh aparat kepolisia, Basarna, BPBD setempa siaga selam 24 jam.
Aktivitas vulkanik meningkat dengan hembusan awan panas guguran (APG) ke arah tenggara, memengaruhi radius bahaya standar Semeru.
Peningkatan ini mirip pola sebelumnya, di mana level siaga dinaikkan cepat untuk antisipasi evakuasi di desa-desa rawan seperti Pronojiwo dan Candipuro.
Tidak ada laporan korban awal, tapi warga diimbau menjauh dari sungai-sungai terdampak lahar.
Status ResponsPemkab Lumajang aktifkan BPBD level 3 (siaga), koordinasi dengan BNPB dan TNI-Polri untuk monitoring 24 jam.
Fasilitas pengungsian disiapkan, termasuk logistik dan posko kesehatan, mengikuti protokol tanggap darurat vulkanik.
BMKG perkirakan cuaca ekstrem hingga 10 Maret berpotensi perburuk kondisi, dengan angin kencang di Jatim.
Zona bahaya awan panas Gunung Semeru ditentukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berdasarkan level status gunung, terutama mengarah ke sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
Zona UtamaRadius 5 km dari puncak/kawah: Sangat rawan lontaran batu pijar dan awan panas dekat; dilarang aktivitas apa pun.
Sektor tenggara hingga 13 km: Zona larangan utama sepanjang Besuk Kobokan, termasuk potensi awan panas guguran (APG) dan lahar; warga diimbau menjauh.
Zona tambahan 500 m dari tepi sungai: Larangan di luar 13 km, karena potensi perluasan awan panas hingga 17 km atau lebih saat aktivitas tinggi.
Sungai lain: Mewaspadai Besuk Bang, Kembar, Sat, dan anak sungai Kobokan untuk lahar pasca-awan panas.
Pada kasus terkini seperti hembusan 3 km (10 Maret), zona ini aktif dengan status siaga 3 di Lumajang, mirip rekomendasi PVMBG sebelumnya.**







