Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
SURABAYA, SWARANOMBANG.COM-
Gelombang demonstrasi mencekam yang terjadi sejak 25 Agustus hingga 29 Agustus 2025 menandai periode penuh gejolak di berbagai kota besar Indonesia.
Aksi yang bermula dari penolakan fasilitas DPR, berlanjut dengan gerakan buruh bertajuk Hostum, hingga solidaritas atas tewasnya driver ojol Affan Kurniawan, terus bergulir dan memicu rentetan kerusuhan.
Dari Jakarta hingga Surabaya, Bandung, Solo, dan Malang, massa tak hanya menyuarakan tuntutan tetapi juga meluapkannya dengan aksi anarkis, bentrokan dengan aparat, serta pembakaran fasilitas umum.
1. 25 Agustus – Aksi Tolak Fasilitas DPR
Jakarta- Demo menolak fasilitas DPR ricuh, Massa membakar motor, merusak pos polisi, dan menutup rel kereta serta tol Pejompongan sehingga transportasi terganggu, Polisi gunakan gas air mata & water cannon.
2. 28 Agustus, Aksi Buruh menuntut Hostum
Jakarta- Demo buruh serentak bertajuk Hostum (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) dilakukan secara serentak oleh buruh di Jakarta dan 38 provinsi lainnya di Indonesia, namun ada sejumlah demo yang ricuh yakni
Jakarta- Bentrokan terjadi ketika massa memaksa masuk ke area DPR. Polisi menembakkan gas air mata. Beberapa peserta aksi terluka, bahkan ada laporan korban jiwa.
Sekitar pukul 19.27 WIB, sebuah mobil rantis milik satuan Brimob melaju cukup kencang mencoba menerobos kerumunan massa yang berada di Jalan Bendungan Hilir, Naas Affan Kurniawan, driver ojol yang mengantarkan makanan ke Benhil terjatuh saat akan menyeberang. Ia ditabrak dan dilindas mobil rantis Brimob tersebut, meninggal di RS.
Surabaya- Aksi meningkat ke kericuhan: massa melakukan pelemparan batu dan botol ke polisi, serta penyalaan api di area Gedung Grahadi dan pos polisi di sekitarnya,
3. 29 Agustus, Aksi Solidaritas Ojol
Bandung- Massa bakar Wisma MPR di depan DPRD Jabar, pagar dirusak, pembatas jalan dibakar
Solo- Demo ojol di Mako Brimob rusuh, gerbang roboh, polisi tembakkan gas air mata, massa bakar water barrier.
Malang- Massa demo bakar water barrier, coret-coret tembok, rusak baliho, situasi belum kondusif hingga dini hari.
6. 29 Agustus – Aksi Solidaritas
Jakarta- Massa demo lanjut bakar halte Transjakarta & pos polisi dekat Mapolda Metro Jaya.
Surabaya- Demo menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan berujung rusuh. Massa lempar batu, molotov, dan membakar fasilitas di kompleks Grahadi serta pos polisi. Polisi terlibat bentrokan keras dengan pendemo.
Massa demo juga membakar sejumlah motor, menurut catatan redaksi demo di Surabaya adakah kali pertama.***








