Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Sakit Hati Sering Dibully, Santri Membakar Ponpes Babul MaGfirah Banda Aceh

badge-check


					Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarta (TP PKK) Aceh, Marlina, memberikan dukungan kepada para santri dan pengurus Dayah Terpadu Babul Maghfirah di Cot Keueng, Aceh Besar, Selasa, 4 November 2025. Foto: sagoetv.com Perbesar

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarta (TP PKK) Aceh, Marlina, memberikan dukungan kepada para santri dan pengurus Dayah Terpadu Babul Maghfirah di Cot Keueng, Aceh Besar, Selasa, 4 November 2025. Foto: sagoetv.com

Penulis: Yusran Hakim  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, ACEH- Polresta Banda Aceh telah menangkap pelaku pembakaran pondok pesantren Babul Magfirah yang berada di kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Pelaku ditangkap di kediamannya Selasa, 4 November 2025, adalah seorang santri di bawah umur yang mengaku sering menjadi korban perundungan (bullying) oleh teman-temannya.

Kebakaran menghanguskan asrama putra Dayah Babul Maghfirah di Gampong Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, pada Jumat dini hari, 31 Oktober 2025, sekitar pukul 03.49 WIB.

Api pertama kali terlihat membakar lantai dua gedung asrama yang kosong, kemudian menjalar dan menghanguskan seluruh gedung termasuk bangunan kantin dan rumah pembina yayasan, dengan kerugian mencapai Rp 2 miliar.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa 10 saksi termasuk pengasuh, santri lain, penjaga dayah, dan orang tua pelaku.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu helai jaket warna hitam dan rekaman CCTV yang merekam aksi pembakaran tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, mengungkapkan informasi ini dalam konferensi pers, Kamis, 6 November 2025.​

Reaksi pengurus Pondok Pesantren Babul Magfirah sangat prihatin atas kejadian pembakaran yang terjadi untuk kedua kalinya dalam tahun 2025.

Pimpinan dayah, Ustadz Masrul Aidi, bersama pengurus sangat mengkhawatirkan keselamatan para santri di tengah musibah ini.

Sebelumnya, Ustadz Masrul menyerahkan rekaman aktivitas pelaku pembakaran kepada kepolisian supaya kasus ini dapat dituntaskan.

Meskipun nilai kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah, fokus utama pengurus tetap pada keselamatan dan kesejahteraan para santri. Mereka berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan mengungkap motif sebenarnya di balik kejadian ini.

Jumlah pelaku pembakaran pondok pesantren Babul Magfirah adalah satu orang, yaitu seorang santri kelas 12 yang masih di bawah umur. Pelaku telah diamankan oleh pihak Polresta Banda Aceh dan resmi menjadi tersangka.

Pelaku membakar asrama putra dengan menggunakan korek api, dengan motif balas dendam karena menjadi korban perundungan (bullying) oleh teman-temannya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 187 KUHP dengan ancaman kurungan penjara hingga 15 tahun, namun karena masih anak di bawah umur, penanganannya mengikuti Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan pelaku akan ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh

Kronologi pembakaran pondok pesantren (Dayah) Babul Magfirah di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, adalah sebagai berikut:
  • Kejadian terjadi pada Jumat, 31 Oktober 2025 sekitar pukul 03.00 WIB.

  • Api pertama kali terlihat oleh seorang santri yang berada di lantai dua gedung asrama putra, yang merupakan bangunan kosong.

  • Saksi tersebut segera membangunkan seluruh santri yang berada di lantai satu untuk segera keluar dari gedung asrama karena lantai dua terbuat dari kayu dan triplek yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membesar.

  • Api melahap seluruh gedung asrama putra, termasuk barang-barang milik para santri, lalu menjalar ke bangunan kantin dan satu rumah milik pembina yayasan.

  • Petugas pemadam kebakaran bersama santri dan warga setempat berhasil memadamkan api dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

  • Dari hasil penyelidikan, ditemukan rekaman CCTV dan pakaian milik pelaku yang mengarah kepada seorang santri di bawah umur sebagai tersangka.

  • Pelaku mengaku dengan sengaja membakar menggunakan korek api dengan membakar kabel di lantai dua gedung asrama sebagai bentuk balas dendam karena sering menjadi korban bullying atau perundungan oleh teman-temannya.

  • Polisi telah memeriksa 10 orang saksi, termasuk pengasuh, santri lain, penjaga dayah, dan orang tua pelaku.

  • Pelaku kini ditahan dan akan ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Banda Aceh serta dijerat Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun, namun penanganan kasusnya mengikuti Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Kronologi disampaikan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, dalam konferensi pers pada 6 November 2025.​ *

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Trending di News