Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, KARAWANG– Rumah panggung KDM di Kampung Kampek, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, saat ini masih terendam banjir dengan ketinggian air lebih dari 3 meter, sehingga lantai atasnya ikut kebanjiran.
Banjir ini terjadi di tengah kondisi wilayah yang masih tergenang hingga 19 Januari 2026, melebihi ketinggian rumah panggung sekitar 2,5 meter.
Banjir mencapai lebih dari 3 meter, menyebabkan rumah panggung KDM yang sebelumnya dianggap tahan banjir justru terendam total, termasuk lantai atas, sementara rumah warga sekitar juga terdampak parah.
Kondisi ini kontras dengan laporan awal pada Desember 2025, ketika rumah panggung masih aman dari genangan hingga 180 cm.
Wilayah Kampung Kampek dan Desa Karangligar masih banjir hingga hari ini, memaksa warga mengungsi seperti pada banjir sebelumnya yang mempengaruhi ribuan rumah non-panggung.
Peningkatan debit air menjadi penyebab utama, dengan laporan visual dari media sosial menunjukkan air setinggi 3 meter.
Petugas BPBD Karawang, seperti Kaming, memberikan data resmi bahwa 667 rumah di Desa Karangligar terendam hingga lebih dari 2 meter, dengan 1.562 warga mengungsi akibat luapan Sungai Citarum dan Cibeet.
Laporan jurnalis seperti Agung Prasetio dari tvOne juga mencatat pantauan lapangan pada 19 Januari 2026.
Reaksi Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi, sebagai Gubernur Jawa Barat, telah memberikan respons terhadap banjir di Karawang, termasuk wilayah Telukjambe Barat seperti Desa Karangligar, melalui instruksi cepat kepada pemerintah daerah dan mobilisasi bantuan.
Responsnya mencakup pengiriman personel BPBD Provinsi, logistik seperti 850 paket sembako, serta berongkong untuk normalisasi sungai.
Ia pernah menyambangi warga terdampak di Desa Karangligar sebelumnya dan memimpin program normalisasi sungai untuk cegah banjir kronis.
Namun, tidak ada keterangan spesifik terbaru per 20 Januari 2026 yang menyebut respons langsungnya soal Rumah Panggung KDM di Kampung Kampek.
Dedi menekankan penanganan komprehensif seperti penertiban lahan resapan dan relokasi warga rawan, meski banjir kali ini melebihi desain rumah panggungnya. Pemprov Jabar terus koordinasi dengan BPBD Karawang untuk evakuasi dan dapur umum.
Percontohan
Rumah Panggung KDM di Kampung Kampek, Desa Karangligar, Telukjambe Barat, Karawang, dibangun sebagai inisiatif Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) untuk mengatasi banjir kronis di wilayah rawan tersebut.
Pembangunan dimulai akhir 2025 dengan model beton tahan air setinggi sekitar 2,5 meter, awalnya 25 unit di RT 05 yang jadi percontohan, tapi satu mundur sehingga 24 unit pertama dibangun oleh lima kelompok warga.
Proyek ini bagian dari janji KDM membangun hingga 1.000-2.000 rumah panggung untuk 2.000 KK di Desa Karangligar, dengan ukuran standar 6×4 meter termasuk dua kamar, ruang tamu, dan kamar mandi. Lokasi Dusun Kampek dipilih karena sering banjir abadi dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet.
Pada November-Desember 2025, progres mencapai 20-24 rumah dengan material beton berkualitas tinggi menggunakan baut, awalnya diragukan warga tapi kini banyak yang mendaftar setelah melihat contohnya. Biaya spesifik tidak disebutkan, tapi dibiayai program Pemprov Jabar sebagai solusi pasca-bencana. **
**






