Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

RSTKA Bawa Misi Deteksi Dini Penyakit Katastropik, 2022 BPJS Tangani 23,3 Juta Pasien Penyakit Ini

badge-check


					Dokter relawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTA) membawa misi khusus mendeteksi penyakit katastropik bagi warga masyarakay pulau terpenciul terluar di Indonesia Bagian Timur. Foto: RSTKA Perbesar

Dokter relawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTA) membawa misi khusus mendeteksi penyakit katastropik bagi warga masyarakay pulau terpenciul terluar di Indonesia Bagian Timur. Foto: RSTKA

Penulis: Saifudin  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MADURA- Setelah memberangkatkan 12 dokter relawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) menurut rencana berikutnya akan mengirimkan kegiatan pelayanan kesehatan di pulau Mandangin wilayah Kabupaten Sampang, Madura,  akan berlangsung  tanggal 17 – 23 Mei 2025 .

Dr. Yohanes Eka –Koordinator Lapangan Misi Mandangin– menjelaskan bahwa ada dua puluh enam relawan spesialistik yang akan diberangkatkan dalam misi ini  terdiri dari chief residen Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Ilmu Bedah, Ilmu Kebidandan dan Kandungan, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Penyakit Mata dan Ilmu Penyakit Paru.

Mereka diperkuat oleh dua belas dokter umum, dua orang apoteker dan dua orang sarjana kesehatan masyarakat serta satu orang ahli gizi. Misi RSTKA pada tahun 2025 ini mengambil tema Deteksi Dini Penyakit Katastropik di Kepulauan.

Penyakit katastropik atau penyakit bencana adalah penyakit yang bisa berakibat fatal bila diagnosisnya terlambat dan membutuhkan biaya yang sangat besar untuk penanganannya.

Dokter relawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) turun ke pulau Mandangin, Sampang, Madura, untuk mendekteksi secara dini penyakit katastropik yang diderita warga di pulau-pulau terluar. Foto: RSTKA

 

Selain bisa menjadi penyebab kematian, menurut dokter Yohanes Eka,  penyakit ini bisa menjadi bencana bagi dompet pasien atau bagi kas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diberi tanggung jawab  mengelola pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam program JKN, penyakit-penyakit katastropik disebutkan antara lain penyakit diabetes melitus dengan segala komplikasinya, penyakit  jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, sirosis hati, talasemia, leukemia, dan hemofilia. Sepanjang tahun 2022, BPJS Kesehatan menangani sekitar 23,3 juta kasus penyakit katastropik, bertambah 18,6 persen dibanding pada 2021.

Biaya pengobatan penyakit katastropik yang ditanggung BPJS Kesehatan pada 2022 nyaris mencapai Rp 24,1 triliun, naik 34,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Beban pembiayaan pengobatan penyakit katastropik ini mencapai 21 persen dari total beban jaminan kesehatan yang ditanggung BPJS.

Untuk alasan itulah RSTKA ikut memperkuat terobosan yang dilakukan Kementerian Kesehatan dengan program pemeriksaan gratis khususnya di kepulauan terpencil.

Tujuannya adalah bisa  mendeteksi potensi risiko penyakit katastropik sedini mungkin. Sehingga lebih banyak pasien yang ditemukan di dalam stadium rendah sehingga lebih banyak pasien yang bisa diselamatkan.

Tidak mudah menghadirkan dokter spesialis agar pelayanan diagnostik penyakit katastropik di pulau-pulau terpencil sekaligus penanganannya. Namun demikian, demi keadilan sosial maka Program Deteksi Dini Penyakit Katastropik di Kepulauan tidak boleh tidak dilakukan. Harus dilakukan!**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semarak 17-an di Graha Anggrek Mas, Kader Gerindra Sidoarjo Rebutan Hadiah Rp5 Juta

15 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Gempa NTT M 7 Terasa di Makassar hingga Bali, 7 Meninggal Dunia

15 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Gempa Mag 7,7 Guncang Flores, Pemerintah: Waspadai Tsunami

15 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Iran Mampu Bikin Dunia Krisis Teknologi bagi Dunia: Helium dan Hormuz

14 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Prabowo Mau Usut Direksi BUMN 30 Tahun ke Belakang

14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DPR Minta Pemerintah Beri Kompensasi Pemilik Dapur MBG

14 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Ada 4.770 Rekrutmen CPNS untuk Formasi Sekolah Kedinasan

14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Presiden Resmikan Jembatan Garuda Carangwulung Bersama 3.395 Jembatan di Indonesia

14 Agustus 2026 - 09:59 WIB

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Trending di Nasional