Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Resesi Seks dan Krisis Bayi Sebabkan Singapura segera Menuju Kepunahan

badge-check


					Elon Musk berkomentar bahwa negara Singapura menuju kepunahan. Perbesar

Elon Musk berkomentar bahwa negara Singapura menuju kepunahan.

KREDONEWS.COM, SINGAPURA- Elon Musk baru-baru ini menyatakan bahwa Singapura, bersama beberapa negara lainnya, sedang menuju kepunahan akibat rendahnya tingkat kelahiran.

Dalam cuitannya di platform X, Musk merujuk pada data yang menunjukkan bahwa tingkat fertilitas di Singapura mencapai angka terendah, yaitu 0,97 anak per wanita, jauh di bawah angka 2,1 yang diperlukan untuk mempertahankan populasi

Pernyataan ini muncul setelah influencer Mario Nawfal mengangkat isu “krisis bayi” di Singapura, yang menyoroti peningkatan proporsi lansia dan penurunan jumlah tenaga kerja.
Nawfal mencatat bahwa pada tahun 2030, hampir satu dari empat warga Singapura akan berusia di atas 65 tahun, sementara rasio dukungan pekerja dewasa terhadap lansia menurun dari enam menjadi empat
Reaksi terhadap pernyataan Musk beragam; beberapa netizen menganggapnya serius dan mendukung argumennya tentang tantangan demografis yang dihadapi Singapura, sementara yang lain skeptis dan berpendapat bahwa solusi harus difokuskan pada insentif untuk keluarga muda agar mau memiliki anak.

Dampak “resesi seks” terhadap kehidupan sosial di Singapura cukup signifikan dan mencakup berbagai aspek, antara lain:Resesi seks telah menyebabkan penurunan angka kelahiran di Singapura, yang mencapai rekor terendah pada tahun 2022 dengan hanya 1,05 anak per wanita.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin sedikit pasangan yang memilih untuk memiliki anak, yang dapat mengancam keberlangsungan populasi di masa depan

Fenomena ini juga mempengaruhi hubungan interpersonal. Ketika hasrat untuk berhubungan seksual menurun, kualitas hubungan antara pasangan dapat terganggu. Ketiadaan keintiman fisik seringkali menyebabkan ketidakpuasan emosional dan konflik dalam hubungan

Resesi seks berkontribusi pada ketidakpastian ekonomi di kalangan generasi muda. Banyak orang merasa terbebani oleh biaya hidup yang tinggi dan memilih untuk menunda pernikahan atau memiliki anak, yang pada gilirannya dapat mengurangi daya beli dan pertumbuhan ekonomi

Terdapat perubahan dalam nilai-nilai sosial yang berkaitan dengan seksualitas dan pernikahan. Masyarakat semakin mengutamakan karier dan kehidupan pribadi di atas membangun keluarga, yang menciptakan budaya “menunda” pernikahan dan memiliki anak

Pemerintah Singapura telah mencoba mengatasi masalah ini dengan berbagai insentif untuk mendorong pasangan memiliki anak, namun efektivitasnya masih dipertanyakan. Banyak analis berpendapat bahwa solusi yang ditawarkan tidak cukup untuk mengatasi masalah mendasar yang ada.

Secara keseluruhan, resesi seks menciptakan tantangan kompleks bagi masyarakat Singapura, tidak hanya dalam hal demografi tetapi juga dalam aspek sosial dan ekonomi yang lebih luas. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bupati Warsubi dan Jajaran Pemkab Jombang Nyekar ke Makam R. Ario Setyonegoro, Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Selain Membangun, Prajurit TMMD 130 Plandaan Juga Tingkatkan Strategi Komsos

22 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Damkar Jibaku Padamkan Pasar Cukir Jombang 54 Kios Hangus

22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Motor Dicuri Saat Korban Tertidur di Musala, Polisi Perak Tangkap Pelaku Berkat CCTV

21 Oktober 2026 - 19:30 WIB

460 Orang Berhasil Diselamatkan, KM Batumandi Terbakar di Selat Sunda

21 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Jalin Sinergitas, Kapolres Jombang Bertemu Ketua Pengadilan Negeri

21 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Gerak Cepat, Polsek Perak Bekuk Pelaku Curanmor

21 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Kepala Bapenda Sholahuddin Gunakan ‘Layar Jebol’ dan ‘Pasti Bayar’ Realisasi PAD Jombang 77,69 %

21 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pengeroyokan Massal di Empunala, Polres Mojokerto Ringkis 21 Orang Terduga Pelaku

21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Trending di News