Menu

Mode Gelap

Nasional

Presiden Prabowo Umumkan Langkah Tegas setelah Demo Ricuh

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto menginstruksi kepada jajaran TNI, Polri, Bea Cukai, untuk melakukan operasi besar besaran menangkap penyeludupan di 1000 titik tambang timah di wilayah Bangka Belitung, Senin 29 September 2025. Foto: dok/ kredoneww.com Perbesar

Presiden Prabowo Subianto menginstruksi kepada jajaran TNI, Polri, Bea Cukai, untuk melakukan operasi besar besaran menangkap penyeludupan di 1000 titik tambang timah di wilayah Bangka Belitung, Senin 29 September 2025. Foto: dok/ kredoneww.com

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sejumlah langkah tegas seusai demo ricuh di sejumlah daerah.

Prabowo mengatakan, aparat kepolisian kini tengah melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggota Brimob penabrak sopir ojol, Affan Kurniawan. Insiden yang memicu gelombang kemarahan publik ini mendapat perhatian langsung dari kepala negara.

Dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025), Prabowo menekankan agar proses hukum berlangsung terbuka dan dapat dipantau publik.

“Proses pemeriksaan ini saya minta dilakukan dengan cepat, transparan, dan dapat diikuti secara terbuka oleh publik,” ujar Prabowo.

Tak hanya menyoroti kasus hukum yang menimpa Affan Kurniawan, Presiden juga menyampaikan bahwa pimpinan partai politik telah mengambil sikap tegas terhadap anggota DPR yang sebelumnya mengeluarkan pernyataan keliru di hadapan publik. Langkah korektif ini mulai berlaku Senin (1/9/2025).

Lebih jauh, Prabowo mengungkapkan bahwa para pimpinan DPR telah menyepakati sejumlah kebijakan penting. Beberapa di antaranya adalah pencabutan tunjangan tertentu bagi anggota DPR serta moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

“Kemudian, para pimpinan DPR menyampaikan akan dilakukan pencabutan beberapa kebijakan DPR, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan juga moratorium kunjungan kerja ke luar negeri,” tegasnya.

Pernyataan Prabowo ini menegaskan komitmen pemerintah untuk merespons cepat kritik publik sekaligus mendorong reformasi lembaga legislatif.

Di satu sisi, Prabowo meminta Polri bersikap transparan dalam mengusut kasus Brimob penabrak sopir ojol, sementara di sisi lain mendukung langkah DPR melakukan evaluasi internal, mulai dari soal tunjangan wakil rakyat hingga pembatasan perjalanan dinas ke luar negeri.***

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TNI AL Kerahkan KRI dan Bantuan Kemanusiaan Besar ke Sumut, Sumbar dan Aceh

30 November 2025 - 19:41 WIB

Massa dan Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus dan Anggota di Jalanan Tanah Becek

30 November 2025 - 18:46 WIB

Rais Aam PBNU Sampaikan Segera Gelar Muktamar

30 November 2025 - 18:14 WIB

Empat Orang Sekeluarga Tewas Seketika Satu Balita Luka-luka, Akibat KA Mutiara Hantam Accord di Beji Pasuruan

30 November 2025 - 18:07 WIB

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 KORPRI Kota Mojokerto Digelar dengan Sederhana

30 November 2025 - 13:09 WIB

Bupati Mojokerto Salurkan BLT Sementara Senilai 47 M

30 November 2025 - 12:53 WIB

Gunung Semeru Meletus Tiga Kali Sehari setelah Statusnya Diturunkan

30 November 2025 - 12:02 WIB

Pemerintah Targetkan 300 ribu Jembatan di Seluruh Daerah Terpencil

30 November 2025 - 11:22 WIB

Ayah Kandung Jaminkan Anak untuk Utang Rp 25 Juta di Gresik, Kini Dikembalikan ke Ibu Kandung di Tasikmalaya

30 November 2025 - 00:04 WIB

Trending di Headline