Menu

Mode Gelap

Uncategorized

Prawan Kenes: Kudapan Legendaris dari Istana Yogyakarta

badge-check


					Kudapan Prawan Kenes sajian hidangan era HB VIII mulai terlihat adaptasi gaya Eropa. Foto: Kawedanan Tandha Yekti Perbesar

Kudapan Prawan Kenes sajian hidangan era HB VIII mulai terlihat adaptasi gaya Eropa. Foto: Kawedanan Tandha Yekti

Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Mardiyono

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VIII, hubungan antara Keraton Yogyakarta dan pihak kolonial Belanda mencapai intensitas yang paling tinggi.

Kehadiran Residen Belanda di lingkungan keraton bukan sekadar simbol politik, tetapi juga menjadi bagian dari interaksi sosial dan budaya yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Salah satu wujud nyata dari pengaruh tersebut tampak dalam tradisi jamuan makan di keraton.

Jika sebelumnya hidangan keraton lebih menekankan pada sajian tradisional Jawa dengan tata cara yang khas, maka pada era HB VIII mulai terlihat adaptasi gaya Eropa.

Pola makan yang terdiri dari hidangan pembuka, makanan utama, hingga penutup diperkenalkan dalam jamuan resmi, terutama ketika menjamu tamu-tamu Belanda.

Susunan menu yang berlapis ini bukan hanya sekadar mengikuti kebiasaan Barat, melainkan juga menjadi simbol keterbukaan keraton terhadap budaya asing,

sekaligus menunjukkan kemampuan untuk menyelaraskan tradisi Jawa dengan pengaruh luar.

Dengan demikian, jamuan makan di keraton pada masa itu tidak hanya berfungsi sebagai sarana diplomasi,

tetapi juga sebagai panggung budaya yang memperlihatkan bagaimana Jawa mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.

Kehadiran Residen Belanda dalam acara resmi memperkuat nuansa hibriditas budaya,

di mana tata krama Jawa berpadu dengan etiket Eropa, menciptakan sebuah pengalaman jamuan yang unik dan berkesan.

Menu yang tersaji adalah:

Pembuka: Selad Huzar

Hidangan utama lauk-pauk: Empal Daging, Glendoh Piyik, Kepiting Goreng, Semur Ayam, Setup Pakis Taji

Kudapan: Prawan Kenes, Sumo Ewo, Pastel Krukup

Minuman: Bir Jawa

Berikut Resep Kudapan Prawan Kenes serta cara mengolahnya.

Bahan: 10 buah pisang raja, 100 ml santan kental, 4 lembar daun pandan, 40 gr gula merah, tusuk sate panjang dari bambu, garam secukupnya

Proses:

– Panaskan santan dengan gula dan garam dengan api kecil sambil diaduk

– Potong/ikat 2 lembar pandan, masukkan ke dalam santan, aduk hingga harum

– Kupas pisang, belah memanjang di tengah jangan putus

– Siapkan kukusan, lapisi daun pisang, masukkan pandan dan kukus pisang 10-15 menit, ambil pisang masukkan santan untuk isian

– Tutup pisang, jepit dengan tusuk bambu

– Bakar pisang tersebut bubuhkan lagi santan pada

Pisang dan sajikan hangat dengan teh atau kopi. **

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cari Tahu asal-usul dan Makna Tradisi Nyadran di Yogyakarta saat Bulan Ruwah

26 Januari 2026 - 09:10 WIB

Kawuk Raja dari Madiun Bersertipkat BRIN: Gurih Mewah Saingan Berat Durian Musang King

16 Januari 2026 - 22:19 WIB

Belajar bikin Nastar yuk.. Coba Jualan di Hari Raya

5 Januari 2026 - 12:24 WIB

Coba ini, Es Semangka Susu Selasih

5 Januari 2026 - 12:17 WIB

Tahun 2026 Jumlah Angka 10: Melahirkan Pemimpin dan Inovator Baru!

31 Desember 2025 - 21:23 WIB

Jovita Pearl, Lady Rocker Muda yang Lagi Naik Daun

31 Desember 2025 - 20:16 WIB

Spiritualis Nusantara Lakukan Ritual di Candi Gedhong Songo

29 Desember 2025 - 09:28 WIB

Ramalan Keberuntungan 2026 sesuai Weton Jawa menurut Primbon

27 Desember 2025 - 17:17 WIB

Melestarikan Budaya dengan Menjadi Prajurit Keraton Yogyakarta, Ini Syaratnya!

20 Desember 2025 - 18:45 WIB

Trending di Uncategorized