Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM-JAKARTA: Berita mengenai meninggalnya Mat Solar telah dikonfirmasi oleh sahabatnya, Rieke Diah Pitaloka, melalui unggahan di Instagram. Menurut informasi yang dibagikan, almarhum akan dimakamkan di TPU Haji Daiman, Cimanggis, Ciputat, pada hari Selasa (18/3/2025) pukul 09.00 WIB atau 10.00 WIB.
Lalu, penyakit apa yang diderita oleh almarhum?
Pemeran utama Bajaj Bajuri tersebut meninggal dunia pada usia 62 tahun. Diketahui bahwa ia telah berjuang melawan penyakit stroke sejak tahun 2017.
Kondisi kesehatannya yang semakin memburuk membuatnya kesulitan untuk berbicara dan mengalami masalah penglihatan, meskipun pendengarannya masih berfungsi dengan baik.
Selama bertahun-tahun, Mat Solar rutin menjalani berbagai pengobatan, termasuk fisioterapi. Almarhum juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengatasi penyakitnya.
Baca juga
Mengonsumsi Buah Mangga Dapat Kurangi Risiko Obesitas
5 Kebiasan Penyebab Otak Busuk dan 7 Cara Mencegahnya
Stop Alkohol Mendadak Justru Meningkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke
Meskipun terapi yang dijalaninya sempat memberikan perbaikan sementara, stroke yang dialami Mat Solar tetap menyebabkan kelumpuhan pada tangan dan kaki kirinya.
Berikut ini komplikasi Stroke dan Cara Mengatasinya, dikutip dari Healtline
Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian tertentu di otak terganggu. Komplikasi yang muncul bergantung pada area otak yang terkena dan durasi gangguan aliran darah. Karena otak mengendalikan hampir semua fungsi tubuh, stroke dapat menyebabkan berbagai masalah.
1. Kelemahan Otot dan Kelumpuhan
Stroke sering menyebabkan kelemahan otot atau kelumpuhan di satu sisi tubuh (hemiparesis), yang dapat memengaruhi keseimbangan, berjalan, atau penggunaan tangan.
Penanganan:
– Stimulasi kortikal (menggunakan elektroda untuk merangsang otak selama rehabilitasi)
– Stimulasi listrik
– Terapi constraint-induced untuk memaksa otot yang terkena tetap digunakan
– Alat bantu seperti tongkat, alat penyangga, atau walker
2. Kesulitan Berbicara
Jika stroke terjadi di sisi kiri otak, dapat mengganggu pusat bahasa dan menyebabkan afasia (kesulitan berbicara, menulis, atau memahami bahasa). Kadang, masalah ini disebabkan oleh kerusakan pada lidah atau pita suara.
Penanganan: Terapi wicara dan bahasa
3. Gangguan Penglihatan
Sekitar 65% penyintas stroke mengalami gangguan penglihatan seperti:
– Kehilangan penglihatan sebagian
– Mata kering
– Gangguan gerakan mata (nystagmus, mata juling, penglihatan ganda)
– Kesulitan memproses informasi visual di sisi tubuh yang terkena stroke
Penanganan:
– Terapi penglihatan (latihan pemindaian)
Penanganan: Prisma pada kacamata untuk mengubah sudut pandang. Terapi fisik dan okupasi
4. Kesulitan Menelan
Sekitar 50% penyintas stroke mengalami disfagia (kesulitan menelan), yang bisa menyebabkan malnutrisi atau aspirasi (makanan/minuman masuk ke paru-paru), meningkatkan risiko pneumonia.
Penanganan: Terapi wicara dan bahasa untuk meningkatkan kemampuan menelan
5. Gangguan Memori dan Kognitif
Stroke dapat menyebabkan:
– Gangguan memori informasi (kesulitan mengingat fakta dan keterampilan)
– Gangguan memori verbal (kesulitan mengingat nama atau kata)
– Gangguan memori visual (kesulitan mengenali wajah atau objek)
– Stroke juga meningkatkan risiko demensia vaskular
– Masalah perhatian dan pengambilan keputusan
Penanganan: Beberapa gangguan ini bisa membaik dalam beberapa bulan pertama dengan rehabilitasi, tetapi sebagian bisa bersifat permanen.
6. Gangguan Psikologis
Banyak penyintas stroke mengalami depresi, kecemasan, atau perasaan putus asa, terutama saat menyadari dampak jangka panjang stroke.
Penanganan:
Konseling kesehatan mental, Bergabung dengan kelompok dukungan stroke
7. Pneumonia
Stroke dapat memengaruhi fungsi paru-paru dan meningkatkan risiko pneumonia, terutama jika pasien sulit menelan.
Penanganan: Antibiotik, Beta-blocker, Vitamin E, Statin atau cilostazol
8. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Sekitar 1 dari 5 penyintas stroke mengalami ISK, sering kali akibat penggunaan kateter yang berkepanjangan.
Penanganan: Antibiotik
9. Masalah Buang Air Besar dan Kecil
Stroke dapat menyebabkan: Konstipasi, Diare, Inkontinensia urine.
Penanganan dini terhadap masalah ini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
Mencegah Komplikasi Stroke
Tidak ada cara pasti untuk mengetahui komplikasi apa yang akan terjadi setelah stroke. Namun, rehabilitasi stroke dapat membantu mengurangi dampak komplikasi dan mempercepat pemulihan. Menjaga kesehatan jantung juga penting untuk mengurangi risiko stroke berulang.***