Menu

Mode Gelap

News

Leukemia Paling Banyak Diderita Anak Indonesia, Penyebabnya Gak Jelas

badge-check


					Umumnya penderita ditemukan dalam stadium lanjut/Ist Perbesar

Umumnya penderita ditemukan dalam stadium lanjut/Ist

Penulis: Jacobus Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kanker darah atau leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang anak-anak. Leukemia terjadi ketika sumsum tulang belakang menghasilkan terlalu banyak sel darah putih abnormal dan mencegah produksi sel darah yang sehat.

Di Indonesia penyakit ini menempati peringkat pertama sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang anak, bahkan mencapai lebih dari separuh dari total kasus kanker anak.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar, mengapa leukemia lebih dominan dibanding jenis kanker lainnya?

Dokter spesialis anak sekaligus Ketua Unit Kerja Koordinasi Hematologi-Onkologi IDAI, Eddy Supriyadi, mengungkapkan, hingga saat ini belum ada jawaban pasti mengenai penyebab tingginya kasus leukemia pada anak.

“Penyebabnya jelas tidak tahu, tidak bisa dipastikan penyebabnya,” kata Eddy saat temu media virtual, Jakarta, Rabu (05/02/2025).

Eddy menjelaskan ada banyak teori yang mencoba mengungkap penyebab leukemia pada anak, mulai dari dugaan paparan radiasi hingga pengaruh pestisida.

“Ada teori apakah karena radiasi, apakah karena chemical (bahan kimia), ada teori pestisida, bahkan ada penelitian yang menyebutkan bahwa risiko anak terkena kanker lebih tinggi jika tidak mendapat ASI,” ujar Eddy.

Meski berbagai teori telah dikemukakan, Eddy menegaskan semua itu masih sebatas hipotesis. Kembali ke pernyataan awal, penyebab pasti dari penyakit tersebut masih belum diketahu secara pasti.

“Kalau ditanya kenapa? Saya tidak bisa menjawabnya. Kenapa paling banyak? Saya juga tidak bisa menjawabnya. Di seluruh dunia polanya seperti itu,” tambahnya.

Menurutnya, kanker pada anak secara umum terbagi menjadi dua kategori besar, yakni kanker tumor padat dan kanker darah (leukemia). Dari total kasus kanker anak, 55 persen di antaranya merupakan leukemia, sementara sisanya yang tergolong kanker tumor padat hanya mencapai 45 persen.

“Saya pernah menulis insidensi ini sekitar 28 orang per 1 juta penduduk itu pada 2011. Namun, ada penelitian 2-3 tahun lalu insidensi sekitar 40-an orang per 1 juta penduduk” paparnya.

Berdasarkan temuannya, kanker darah seperti leukimia seringkali tidak pernah bisa terdeteksi di awal dan terjadi begitu saja saat anak sudah memasuki gejala ke stadium lanjut.

Hal ini karena sebelumnya anak terlihat tidak ada tanda gejala fisik yang aneh sehingga orang tua tidak terlalu memperhatikan perubahan fisik anak.

“Kalau di kita itu ya pada anak-anak enggak tahu ya, karena sebabnya apa, biasanya kita mendapatkan pada late stage, Jadi kalau ada stadium, misalnya stadium kita bagi 4, kita pasti hampir pasti atau kebanyakan, di stadium 3 dan 4,” pungkasnya.

Kendati begitu menurut beberapa penelitian ada faktor risikonya:

– Faktor genetik: Anak-anak dengan kelainan genetik seperti Down syndrome memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia.

– Radiasi: Paparan radiasi tingkat tinggi, seperti sinar-X atau radioterapi, dapat meningkatkan risiko leukemia.

– Zat kimia: Paparan zat kimia tertentu, seperti benzena atau formaldehida, juga diduga dapat meningkatkan risiko leukemia.

– Infeksi: Beberapa jenis infeksi virus, seperti virus Epstein-Barr, diduga terkait dengan peningkatan risiko leukemia.

– Sistem kekebalan tubuh: Anak-anak dengan gangguan sistem kekebalan tubuh mungkin lebih rentan terhadap leukemia.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Beji Banjir Hingga 70 Cm, Jalur Pantura Lewat Pasuruan Tutup Total Dialihkan ke Pandaan

24 Maret 2026 - 20:59 WIB

One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Dimulai Hari Ini (24/3)

24 Maret 2026 - 20:51 WIB

Elf Angkut 21 Penumpang Rem Blong Terbalik di Majalengka, Enam Orang Bersaudara Tewas

24 Maret 2026 - 20:29 WIB

Pengemudi Positif Narkoba, Mobil Xenia Menyantap Dua Wanita Hingga Tewas di Depan PG Candi

24 Maret 2026 - 17:21 WIB

Drama KPK Soal Status Yaqut Qoumas, Kembali Lagi ke Rutan sejak Senin 23 Maret 2026

24 Maret 2026 - 12:13 WIB

Ada Tato di Paha Kiri, Jasad Perempuan Ditemukan di Sambirejo Pasuruan

24 Maret 2026 - 10:34 WIB

Ledakan di Pekalongan, setelah Tujuh Jam Dirawat Satu dari Tiga Korban Meninggal Dunia

24 Maret 2026 - 09:52 WIB

Ikuti Jejak Yaqut Qoumas, Emmanuel Ebenezer Ajukan Status Tahanan Rumah ke KPK

23 Maret 2026 - 20:06 WIB

Tambang Batubara Ilegal di Kukar Rp 2,6 Triliun, Bermuara pada Sohat dan Sohut Chairil Bersaudara

23 Maret 2026 - 16:01 WIB

Trending di News