Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, SURABAYA– Kutipan “Biarkan saya melihat agamamu dalam perilakumu” yang sering dikaitkan dengan Leo Tolstoy, menekankan pentingnya tindakan nyata sebagai wujud keimanan.
Leo Tolstoy (Lev Nikolayevich Tolstoy) adalah seorang sastrawan Rusia yang lahir pada 9 September 1828 dan meninggal pada 20 November 1910. Ia dikenal sebagai salah satu novelis terbesar sepanjang masa, terutama melalui karya-karyanya yang monumental seperti Perang dan Damai dan Anna Karenina yang menggambarkan kehidupan Rusia dengan realisme mendalam. Selain sebagai penulis novel, Tolstoy juga seorang filsuf moral, pembaharu sosial, pasifis.
Pada jamannya banyak orang pandai berbicara agama, memiliki dalil-dalil yang hebat, ilmu yang kuat, tapi sayangnya tidak menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika ia berbicara cinta kasih misalnya, tapi dalam praktik kehidupannya, ia hidup dengan penuh kebencian, suka merendahkan orang, menyakiti orang, tidak menghormati orang, dan seterusnya.
Artinya apa guna ilmu agama yang dia miliki? Karena itu Leo Tolstoy mengatakan, biarkan saya melihat agamamu dalam perilakumu.
Tolstoy menolak agama yang hanya sebatas ritual atau dogma tanpa tercermin dalam perilaku sehari-hari. Bagi dia, iman sejati terlihat dari kasih, kejujuran, kerendahan hati, dan tindakan baik terhadap sesama. Dalam konteks ini, ajaran moral lebih bermakna daripada sekadar kata-kata atau simbol keagamaan.
Bagi Tolstoy, agama bukanlah sekadar seperangkat kepercayaan abstrak, melainkan sebuah panduan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Ini berarti bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, menghadapi kesulitan, mengambil keputusan, dan memperlakukan lingkungan di sekitarnya adalah cerminan dari keyakinan terdalamnya.
Kutipan Tolstoy sebenarnya sejalan dengan pesan universal banyak agama:
Seperti
– Kristen “Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:17)
– Islam “2. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
3. (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” QS. As-Saff 61:2-3 dalam Islam
Pada akhirnya, kutipan ini adalah sebuah tantangan bagi kita semua untuk mengevaluasi apakah nilai-nilai yang kita pegang, baik itu agama, filosofi, atau kode etik pribadi, benar-benar termanifestasi dalam cara kita hidup. Ini mengingatkan kita bahwa bukti terbaik dari apa yang kita yakini adalah bagaimana kita bertindak.