Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, MANADO- Tragis! Kebakaran Panti Wreda Damai terjadi di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Manado, Sulawesi Utara, Minggu malam, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, 28 Desember 2025 mengakibatkan 16 lansia tewas, karena terjebak di dalam bangunan.
Jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sulut untuk proses identifikasi oleh tim DVI, dengan keluarga diimbau menghubungi Posko DVI Ante Mortem di sana.
Api bermula sekitar pukul 20.36 WITA dan baru dipadamkan pukul 21.30 WITA oleh tiga unit pemadam kebakaran Kota Manado. Warga seperti Steven Mokodompit membantu evakuasi melalui belakang panti menggunakan tangga dan meja, menyelamatkan enam lansia meski satu di antaranya meninggal akibat asap. Tiga korban lain luka bakar dan dirawat di rumah sakit.
Sekitar 16-19 penghuni Panti Werda Damai berhasil diselamatkan dari kebakaran pada 28 Desember 2025, meski sebagian mengalami luka bakar atau menghirup asap.
Warga dan relawan evakuasi belasan orang via pagar belakang menggunakan tangga dan meja, dengan proses selesai sekitar pukul 01:00 WITA. Beberapa korban selamat dijemput keluarga, sementara lainnya dirawat di RSUD Manado (11 orang), RS Awaloey (3 orang), dan RSUP Prof Kandou (1 orang).
Beberapa nama korban selamat termasuk Ibu Olfa Sumual (ketua panti), Oma Rike Kaligis, Oma Meiske Merke, Opa Christian Yusuf, Oma Stien Gerungan, Oma Yutindam, Oma Kean She Poe, Oma Rolin Rumeen, dan Oma Lao Kim Hoa.
Polisi melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, dan identifikasi jenazah untuk menentukan penyebab kebakaran yang masih diselidiki. Kerugian materiil diperkirakan Rp1 miliar, dengan korban mayoritas lansia yang kesulitan evakuasi diri.
Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, Kabid Humas Polda Sulut, menjadi polisi utama yang memberikan keterangan resmi terkait kebakaran Panti Werda Damai di Manado. Ia menjelaskan kronologi kejadian, proses identifikasi jenazah di RS Bhayangkara, dan upaya polisi dalam pengamanan TKP serta olah tempat kejadian perkara.
Keterangan juga disampaikan oleh Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, Dirreskrimum AKBP Suryadi, serta Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr. Tasrif dalam press release bersama Pemerintah Kota Manado.
Mereka membahas evakuasi korban, kondisi jenazah (15 hangus terbakar, 1 utuh), dan penyelidikan penyebab kebakaran. Keluarga diminta menghubungi Posko DVI Ante Mortem untuk identifikasi.
Petugas menemukan 16 jenazah (15 hangus terbakar, 1 utuh) dan tiga luka bakar; seluruhnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sulut untuk identifikasi DVI. Polisi mengamankan TKP, olah tempat kejadian, dan periksa saksi segera setelah api padam sekitar pukul 21:30 WITA.
Penyebab pasti kebakaran Panti Werda Damai di Manado pada 28 Desember 2025 masih dalam penyelidikan polisi melalui olah TKP. Dugaan awal menunjukkan api bermula dari belakang bangunan atau area dapur, disertai suara ledakan yang terdengar warga.
Dugaan Sumber Api
-
Api diduga muncul dari belakang panti dan cepat merambat ke seluruh area, menjebak lansia di dalam.
-
Saksi mendengar ledakan dari dapur, yang mempercepat penyebaran api dan asap tebal.
Polisi, termasuk Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, terus memeriksa saksi dan bukti untuk menetapkan penyebab resmi. Belum ada kesimpulan akhir hingga 29 Desember 2025.
Kebakaran Panti Werda Damai di Manado terjadi pada Minggu malam, 28 Desember 2025, dengan kronologi yang dapat dirangkum berdasarkan timeline dari laporan resmi dan saksi.
Timeline Kejadian
-
~20:00-20:36 WITA: Api mulai terlihat membara di Panti Werda Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua; warga seperti Steven Mokodompit tiba dan mendengar teriakan tolong serta ledakan dari dapur.
-
20:36 WITA: Kebakaran resmi dilaporkan, api cepat meluas menjebak 16 lansia di dalam bangunan.
-
~20:36-21:30 WITA: Tiga hingga enam unit pemadam kebakaran dikerahkan; warga evakuasi enam lansia via pagar belakang menggunakan tangga dan meja, meski satu meninggal karena asap. **






