Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

KPK Sebut MBG Banyak Potensi Penyimpangan, Dari Rp10 Ribu Jadi Rp8 Ribu dan Lainnya

badge-check


					Potensi penyimpangan tinggi FotoCr:BGN Perbesar

Potensi penyimpangan tinggi FotoCr:BGN

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima audiensi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu, 5 Maret 2025. Salah satu topik yang dibahas adalah permintaan pendampingan KPK dalam mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyoroti potensi penyimpangan serta menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan program ini. “Pengawasan penting dilakukan karena anggarannya luar biasa besar… Semua terpusat di BGN, tentu tidak bisa diawasi sampai ke daerah dan wilayah,” ujarnya, dikutip Sabtu (8/3/2025).

Baca juga
Bandar Narkoba Punya Cara Baru Menarik Simpati Warga Agar Bisnis Lancar, Omset Rp524

Selain itu, ia menyoroti dugaan perlakuan khusus dalam penentuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk dalam pembangunan fasilitas dan pemilihan bahan baku. Menurutnya, lokasi SPPG harus strategis agar makanan tetap layak konsumsi saat diterima oleh penerima manfaat.

Setyo juga menyoroti pemberian biskuit dalam program MBG. Berdasarkan kajian KPK, program serupa sebelumnya yang memberikan susu dan biskuit dinilai kurang efektif dalam menurunkan angka stunting karena distribusi biskuit lebih banyak dibanding susu.

Baca juga
Beragam Keluhan Terkait Mutu BBM Mulai 2022, Pertamina Master Berbantah, Keluhan Berlanjut

“Pastikan kandungan makanan betul-betul dikaji dan disesuaikan sehingga makanan yang sampai ke anak-anak dan ibu hamil benar-benar berkualitas,” katanya.

Dalam aspek anggaran, ia mengingatkan agar dana yang terpusat di BGN tidak menimbulkan penyimpangan di daerah. “Yang menjadi kekhawatiran, karena posisi anggaran di pusat, jangan sampai begitu sampai di daerah seperti es batu [yang mencair].” tegasnya.

“Kami sudah menerima laporan adanya pengurangan makanan yang seharusnya diterima senilai Rp10.000, tetapi yang diterima hanya Rp8.000. Ini harus jadi perhatian karena berimbas pada kualitas makanan.” imbuhnya

Setyo juga mendorong tata kelola keuangan yang lebih transparan, keterlibatan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dalam pengawasan program MBG.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Trending di Nasional