Menu

Mode Gelap

Headline

Kerugian Rp 319 Miliar, Hakim Vonis 3 Tahun Penjara Budi Sylvana Mark Up Alkes Covid-19

badge-check


					Hakim memvonis hukuman tiga tahun penjara kepada Budi Sylvana, Mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam kasus korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) COVID-19. Instagram@bushcoo Perbesar

Hakim memvonis hukuman tiga tahun penjara kepada Budi Sylvana, Mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan dalam kasus korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) COVID-19. Instagram@bushcoo

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Budi Sylvana, divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan terkait kasus korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) COVID-19.

Vonis ini dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) Jakarta, Kamis, 5 Juni 2025. Budi dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam perkara ini, kerugian keuangan negara akibat korupsi pengadaan APD COVID-19 mencapai Rp 319,6 miliar.

Hakim menyatakan bahwa tindakan para terdakwa, termasuk Budi Sylvana, bertentangan dengan upaya pemberantasan korupsi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Kementerian Kesehatan.

Hal yang memberatkan vonis adalah perbuatan tersebut, sementara hal yang meringankan adalah sikap sopan terdakwa selama persidangan dan tanggung jawab keluarga yang dimilikinya.

Budi Sylvana juga dinilai menyalahgunakan wewenangnya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan APD, termasuk melakukan pembayaran sebelum adanya surat pesanan resmi dan tanpa bukti pendukung yang memadai. Ia juga tidak menghentikan kontrak setelah ada audit.

Selain Budi, dua terdakwa lain dalam kasus ini, yaitu Direktur Utama PT Energi Kita Indonesia Satrio Wibowo dan Direktur Utama PT Permana Putra Mandiri Ahmad Taufik, juga divonis bersalah dengan hukuman penjara antara 3 hingga 11,5 tahun.

Budi Sylvana dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta atas korupsi pengadaan APD COVID-19 yang merugikan negara ratusan miliar rupiah.

Mark Up

KPK menduga ada penggelembungan harga atau mark-up dalam proses pengadaan APD. Kerugian negara seharusnya tidak terjadi apabila APD langsung dipasok dari PT PPM ke Kemenkes, tanpa melibatkan PT EKI.

Negosiasi Ilegal Para terdakwa melakukan negosiasi harga APD sebanyak 170 ribu set tanpa surat pesanan, melakukan negosiasi harga dan menandatangani surat pesanan APD sebanyak 5 juta set.

Pembayaran Tanpa Bukti Pendukung Para terdakwa menerima pinjaman uang dari BNPB kepada PT PPM dan PT EKI sebesar Rp10 miliar untuk membayarkan 170 ribu set APD tanpa surat pesanan dan dokumen pendukung pembayaran.

Penerimaan Pembayaran Ilegal PT PPM dan PT EKI menerima pembayaran terhadap 1.010.000 set APD merek BOHO sebesar Rp 711,28 miliar, padahal PT EKI tidak memiliki kualifikasi sebagai penyedia barang/jasa sejenis di instansi pemerintah serta tidak memiliki izin penyalur alat kesehatan (IPAK).

Tidak Menyerahkan Bukti Pendukung Kewajaran Harga PT EKI dan PT PPM tidak menyiapkan dan menyerahkan bukti pendukung kewajaran harga kepada PPK sehingga melanggar prinsip pengadaan barang/jasa pemerintah dalam penanganan keadaan darurat, yaitu efektif, transparan, dan akuntabel.

Penyalahgunaan Wewenang Budi Sylvana dinilai menyalahgunakan wewenangnya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan APD, termasuk melakukan pembayaran sebelum adanya surat pesanan resmi dan tanpa bukti pendukung yang memadai, serta tidak menghentikan kontrak setelah adanya audit.

Perbuatan memperkaya pihak lain Kerugian negara terjadi akibat perbuatan para terdakwa yang memperkaya Satrio sebesar Rp 59,98 miliar, Ahmad Rp 224,19 miliar, PT Yoon Shin Jaya Rp 25,25 miliar, serta PT GA Indonesia Rp 14,62 miliar. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Grand Max, Pikup dan Truk Jatuh ke Jurang 50 M, Longsor di Ngadiwono Bromo

2 Maret 2026 - 23:19 WIB

Tak Bisa Bedakan Lawan dan Kawan, Rudal Kuwait Rontokkan Tiga Pesawat F-15 E Milik Amerika

2 Maret 2026 - 23:03 WIB

Drone Iran Terjang Kilang Ras Tanura Arab Saudi Terbakar, Harga Minyak Naik 10 %

2 Maret 2026 - 22:32 WIB

3 Maret 2026, Bangsa Indonesia Bisa Nonton Gerhana Blood Moon Paling Indah

2 Maret 2026 - 22:14 WIB

Selat Hormuz Memanas, Kargo Minyak RI dari Arab Ketahan

2 Maret 2026 - 21:25 WIB

564 Ribu Tiket KA Lebaran Terjual, Sisa 89 Ribu Kursi

2 Maret 2026 - 20:44 WIB

Gondola Terombang-ambing Angin Saat Hujan Deras, Dua Pekerja Apartemen Ascott Surabaya Tewas dan Luka-luka

2 Maret 2026 - 20:41 WIB

Ramadhan Bareng Tring! Tiga Hari Ajang Transaksi Halal di Pegadaian Penuh Hadiah

2 Maret 2026 - 19:39 WIB

Pemkab Jombang Mulai Menyegel 297 Tower BTS tanpa Dilengkapi Sertipikat Laik Fungsi

2 Maret 2026 - 18:06 WIB

Trending di News