Penulis: Tanasyafira L. Tirani | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA– Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, telah menyatakan imbauan untuk menunda perjalanan umrah akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, seperti perang Iran vs AS-Israel.
Pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi antisipasi, termasuk kemungkinan pembatalan atau penundaan ibadah haji 2026 jika perang berkepanjangan dan mengancam keamanan.
Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang mendesak skenario terburuk seperti tidak memberangkatkan jemaah, sementara Wamenhaj berkoordinasi dengan Saudi Arabia.
Haji 2026 dijadwalkan mulai 27 Mei 2026, tapi situasi udara dan transit (seperti UEA, Bahrain) sudah terganggu.
Imbauan penundaan umrah memengaruhi ribuan jemaah, termasuk 2.100 dari Jatim, dengan maskapai membatalkan penerbangan.
Persiapan haji tetap berjalan, tapi pemantauan ketat dilakukan; rute aman via Garuda, Lion, atau Saudi direkomendasikan.
Komisi VIII optimis konflik tak sampai Makkah-Madinah, tapi antisipasi rute alternatif seperti via Afrika dipertimbangkan.
221.000 Calhaj
Kuota jamaah haji Indonesia untuk tahun 2026 ditetapkan sebanyak 221.000 orang.
Rincian KuotaKuota ini terdiri dari 203.320 jamaah reguler (92%) dan 17.680 jamaah haji khusus (8%).
Dari kuota reguler, alokasi mencakup jamaah reguler murni 201.585 orang, Petugas Haji Daerah (PHD) 1.050 orang, serta pembimbing KBIHU 685 orang.
Alokasi Per ProvinsiProvinsi dengan kuota terbesar adalah Jawa Timur (42.409 jamaah), Jawa Tengah (34.122), dan Jawa Barat.
Beberapa provinsi di wilayah timur mendapat kuota kecil, bahkan di bawah 500 jamaah.**







