Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA- Christoforus Bayu Risanto SJ, seorang imam Yesuit asal Indonesia, adalah tokoh yang namanya diabadikan sebagai asteroid (752403) Bayurisanto oleh Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN) di bawah International Astronomical Union (IAU).
Romo Bayu Risanto lahir di Bogor pada Januari 1981 dan menempuh pendidikan di Seminari Menengah St. Petrus Kanisius, Magelang, sebelum bergabung dengan Serikat Yesus pada 2000.
Ditahbiskan sebagai imam pada 2012, ia mengucapkan Kaul Akhir pada 15 Agustus 2025 dan kini menjadi peneliti pertama asal Indonesia di Vatican Observatory sejak Juli 2024, berbasis di Castel Gandolfo, Italia, dan Tucson, Arizona.
Kontribusi Ilmiah
Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya di bidang meteorologi dan ilmu atmosfer, mencerminkan integrasi lintas disiplin dari meteorologi hingga astronomi.
Ia memiliki pengalaman internasional, termasuk mengajar di Mikronesia (2007–2009) serta proyek riset cuaca di Meksiko dan Arab Saudi.
Asteroid (752403) Bayurisanto, sebelumnya 2015 PZ₁₁₄, terletak di Sabuk Utama antara orbit Mars dan Jupiter dengan orbit stabil yang aman bagi Bumi.
Pengumuman resmi muncul dalam WGSBN Bulletin pada 12-16 Januari 2026, sebagai penghormatan langka bagi ilmuwan dan figur religius.
Orbitnya stabil dan tidak berpotensi mengancam Bumi, menjadikannya bagian dari populasi asteroid utama yang aman.
Christoforus Bayu Risanto SJ merupakan seorang imam Yesuit asal Indonesia yang juga berprofesi sebagai ilmuwan di bidang meteorologi dan astronomi, kini bekerja sebagai peneliti pertama dari Indonesia di Vatican Observatory.
Profil Pribadi
Ia lahir di Bogor pada Januari 1981, tumbuh di kota kelahirannya hingga 1996, kemudian masuk Seminari Menengah St. Petrus Kanisius di Magelang.
Bergabung dengan Serikat Yesus pada 2000, ditahbiskan sebagai imam pada 2012, mengucapkan Kaul Akhir pada 2025, dan bergabung dengan Vatican Observatory pada Juli 2024 dengan basis di Castel Gandolfo, Italia, serta Tucson, Arizona.
Memulai studi filsafat pada 2003 dengan tesis tentang konsep waktu dalam fisika Newtonian dan Einsteinian beserta implikasi epistemologinya.
Menyelesaikan gelar master teologi pada 2012, kemudian Ph.D. di bidang meteorologi dan klimatologi di Amerika Serikat dengan proyek riset di Meksiko (UNAM) dan Arab Saudi (KAUST), diikuti postdoctoral di University of Arizona.
Mengajar fisika, geometri, dan sains di Sekolah Menengah Atas Xavier, Mikronesia (2007-2009), serta fokus pada prediksi cuaca numerik di wilayah semi-kering hingga gersang. **






