Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, BEKASI– Insiden longsor sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, pukul 14.30 WIB di Zona 4, menewaskan setidaknya 6 orang dan melibatkan 5-10 orang tertimbun.
Gunungan sampah setinggi 50 meter longsor saat truk pengangkut sampah sedang antre untuk membuang muatan, menimpa 5 truk, 1 warung warga, dan pekerja di lokasi.[2][5][6] Longsor menutupi area luas, memicu evakuasi darurat oleh tim SAR gabungan.
Korban dan Evakuasi
Korban tewas awal dilaporkan 4 orang (2 pria sopir truk, 2 wanita), bertambah menjadi 5 pada 9 Maret, dan 6 orang secara keseluruhan; 2 selamat tapi syok, sementara 4 masih hilang.
Sebanyak 336 personel Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan dengan ekskavator untuk pencarian hingga malam hari.
Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq memantau langsung evakuasi dan memanggil pengelola TPST untuk perbaikan pengelolaan sampah.
Pemerintah mulai penyelidikan penyebab, menyoroti risiko bukit sampah di Indonesia yang telah tewaskan 157 orang secara kumulatif.
Daftar Korban
Nama korban tewas dan yang tertimbun dalam insiden longsor sampah TPST Bantargebang, Bekasi, pada 8 Maret 2026, telah teridentifikasi sebagian berdasarkan laporan SAR dan media.
Korban Tewas (6 Orang)
* Enda Widayanti (25), pemilik warung
* Sumine (60), pemilik warung
* Dedi Sutrisno, sopir truk
* Irwan Supriatin (atau Suprihatin), sopir truk
* Jussova Situmorang
– Hardianto, ditemukan 9 Maret pukul 17.50 WIB.
Korban Selamat (6 Orang)
* Budiman
* Johan
* Afifudin Slamet
* Ato, ditemukan selamat 9 Maret pukul 16.57 WIB
* Dofir, ditemukan selamat 9 Maret pukul 16.57 WIB
Satu korban hilang masih dicari per 9 Maret 2026 malam; identitas lengkap tertimbun belum semuanya dirilis resmi.**







