Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PASURUAN– Hujan deras di lereng Gunung Bromo memicu longsor tebing jalan di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (2/3/2026) sore. Insiden ini menghantam tiga kendaraan—mobil Gran Max, pikap L300, dan truk—dengan truk jatuh ke jurang sekitar 50 meter.
Longsor terjadi pukul 16.30 WIB di tikungan bawah pertigaan Ngadiwono, dipicu hujan intens sejak pukul 16.00 WIB. Material longsor berupa tanah dan pohon menutup total badan jalan provinsi Tosari-Nongkojajar, mengisolasi akses ke Bromo dari arah Tutur.
Tidak ada korban jiwa; pengemudi truk yang terjun ke jurang berhasil selamat. Warga dan aparat desa mulai evakuasi material, tapi tertunda karena cuaca malam hari—dilanjutkan Selasa pagi dengan koordinasi BPBD Pasuruan.
Jalur wisata Bromo lumpuh total dari sisi Nongkojajar/Tutur. Wilayah Tosari rawan longsor berulang akibat curah hujan tinggi, seperti insiden serupa pada Januari dan Februari 2026.
Insiden longsor tebing jalan di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (2/3/2026) sore menyebabkan sebuah truk cold diesel jatuh ke jurang sekitar 50 meter, dengan sopir dan dua kernet mengalami luka ringan.
Ketiganya dievakuasi warga dan petugas, lalu dirawat di fasilitas kesehatan terdekat; tidak ada korban jiwa dilaporkan. Jalur akses ke Bromo lumpuh total akibat material longsor dan pohon tumbang.
Identitas sopir truk dan korban luka dalam insiden longsor tebing jalan di Desa Ngadiwono, Tosari, Pasuruan pada 2 Maret 2026 belum dirilis secara publik oleh media atau otoritas.
Diinformasikan ada tiga orang terluka ringan—sopir dan dua kernet truk cold diesel, mereka telah divakuasi. **







