Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Google memperluas jangkauan model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, Nano Banana, dengan menghadirkannya ke berbagai layanan populer seperti Google Search, NotebookLM, dan dalam waktu dekat Google Photos.
Dilansir dari blog resmi Google, Kamis (23/10/2025), Nano Banana pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2025 melalui Gemini 2.5 Flash. Sejak peluncurannya, model ini telah digunakan secara luas di aplikasi Gemini, dengan lebih dari 5 miliar gambar berhasil dihasilkan oleh pengguna di seluruh dunia.
Pihak Google mengatakan, langkah ini bertujuan agar lebih banyak pengguna dapat mengakses kemampuan pengeditan gambar berbasis AI langsung melalui produk Google yang sering digunakan untuk eksplorasi, pembelajaran, dan kreasi visual.
Melalui Google Search, pengguna kini bisa mengambil foto dengan Google Lens atau memilih gambar dari galeri, lalu mengeditnya secara instan menggunakan fitur berbasis AI. Caranya mudah, cukup buka Lens di aplikasi Google (Android atau iOS) dan pilih mode Create untuk mulai berkreasi.
Di sisi lain, di NotebookLM, Nano Banana kini mendukung peningkatan fitur Video Overviews dengan enam gaya visual baru seperti watercolor dan anime. AI ini juga mampu menghasilkan ilustrasi kontekstual dari sumber pengguna serta memperkenalkan format baru bernama Brief.
Google memastikan, dalam beberapa minggu mendatang, Nano Banana juga akan hadir di Google Photos.
Secara resmi, Nano Banana disebut sebagai model kecerdasan buatan generasi terbaru Google yang dirancang dengan ukuran super ringan, efisiensi energi tinggi, dan kemampuan adaptasi yang lebih cepat dibanding pendahulunya.
Namun, di balik penjelasan teknis yang serius, nama “Banana” membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah ini sekadar strategi branding biar gampang diingat, atau memang ada filosofi tersembunyi di balik buah kuning tersebut?
Fitur-Fitur Unik yang Bikin Heboh
Walau terdengar aneh, teknologi ini disebut membawa sejumlah fitur yang membuatnya menonjol.
– Super Efisien – Ukurannya diklaim sangat ringan, bisa dijalankan bahkan di perangkat dengan spesifikasi terbatas. Cocok buat yang laptopnya masih keluaran tahun 2015.
– Pemahaman Multibahasa – Selain bahasa manusia, gosipnya Nano Banana juga bisa memahami “bahasa pisang”, entah maksudnya apa, tapi klaim ini sudah cukup bikin dunia AI ngakak sekaligus penasaran.
– Adaptif dan Responsif – Bisa menyesuaikan gaya bahasa sesuai lawan bicara, mulai dari percakapan akademis hingga balas chat receh pakai pantun.***











