Penulis: Sri Muryanto | Edsitor: Priyo Suwarno
KREWDONEWS.COM, SURABAYA- Insiden kecelakaan kerja tragis terjadi di sebuah apartemen kawasan Surabaya Barat pada Senin, 2 Maret 2026 siang, akibat hujan deras disertai angin kencang. Satu pekerja pembersih kaca atau teknisi sealant meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia bernama Eddy Suparno (51 tahun),dan korban luka-luka bernama Ribut Boediyanto (56 tahun), keduanya warga Tambak Wedi Baru, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Korban luka langsung dirujuk ke RS William Booth.
Kejadian berlangsung di apartemen Ascott Waterplace, Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, Lakarsantri, Surabaya. Mereka adalah pekerja yang sedang berada di satu gondola yang menggantung di sisi gedung sekitar lantai 25-26.
Pada saat itu terjadi hujan deras disertai angin kencang. Menyebabkan, kedua pekerja untuk beberapa saat gondola yang mereka tumpangi terombang-ambing dan tersangkut akibat badai.
Pekerja sedang membersihkan kaca gedung ketika hujan tiba-tiba deras disertai angin kencang menyapu gondola, menyebabkan bergoyang hebat meski mereka sudah pakai alat pelindung diri (APD).
Satu korban terpelanting dan dinyatakan meninggal di tempat, sementara yang lain dievakuasi dalam kondisi sadar dan dibawa ke rumah sakit.
Evakuasi
Evakuasi dilakukan tim apartemen, BPBD, dan pemadam kebakaran Surabaya; korban luka turun lebih dulu, sedangkan korban meninggal butuh proses lebih lama dari lantai 25. Polisi (Kapolsek Lakarsantri) dan Kabid Pemadam Kebakaran M. Rokhim mengonfirmasi insiden disebabkan cuaca ekstrem.
Insiden tragis di apartemen Surabaya Barat terjadi pada Senin, 2 Maret 2026 siang, melibatkan dua pekerja pembersih kaca gedung yang terombang-ambing akibat hujan deras disertai angin kencang.
Kronologi Kejadian
Pekerja tersebut berada di gondola pada lantai 25-26 saat cuaca memburuk; mereka sempat hendak turun tapi terlambat karena angin tiba-tiba kencang.
Salah satu pekerja lepas dari gondola dan terhempas, dinyatakan meninggal di lokasi, sementara rekan lainnya bertahan dalam kondisi sadar meski luka-luka.
Penyebab utama adalah guncangan hebat pada kabel gondola akibat angin ekstrem, meskipun mereka sudah mengenakan alat pelindung diri (APD) standar pekerja lokasi tinggi.
Tim Pemadam Kebakaran Surabaya (DPKP) dari Wiyung dan Pasar Turi dikerahkan menggunakan gondola rescue serta bantuan BPBD.
Korban luka dievakuasi lebih dulu ke rumah sakit dalam kondisi sadar, sementara korban meninggal diturunkan secara dramatis dari lantai 25. Kabid Pemadam M. Rokhim mengonfirmasi satu korban tewas dan satu luka di kepala serta syok. **







