Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, ARAB SAUDI- Kilang minyak Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi mengalami kebakaran akibat serangan drone Iran pada 2 Maret 2026.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik regional yang melibatkan Iran sebagai respons terhadap insiden terkait AS dan Israel.
Dua drone Iran dicegat sebelum mencapai target penuh, tetapi puing-puingnya memicu kebakaran terbatas di kompleks kilang tersebut. Situasi kini terkendali tanpa korban jiwa yang dilaporkan.
Ras Tanura, salah satu kilang terbesar di Timur Tengah, memproduksi 550 ribu barel minyak per hari dan berfungsi sebagai terminal ekspor utama Saudi.
Saudi Aramco menutup sementara kilang sebagai langkah pencegahan, menghentikan sebagian produksi dan pemuatan minyak.
Penutupan ini berpotensi mengganggu pasokan minyak global, terutama dengan konteks penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebelumnya. Operasional mulai berangsur normal setelah kebakaran dipadamkan.
Serangan drone Iran ke kilang Ras Tanura memicu kenaikan tajam harga minyak dunia akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi. Harga minyak Brent melonjak hingga 10% menjadi sekitar USD 80 per barel pada 2 Maret 2026.
Perubahan Harga
-
Brent crude naik 9-10% ke USD 79-80 per barel di perdagangan awal.
-
West Texas Intermediate (WTI) melonjak 8-9% mendekati USD 72 per barel.
-
Lonjakan ini mencapai level tertinggi empat tahun, dipicu penutupan kilang dan risiko Selat Hormuz.
Eskalasi konflik menghentikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang mengangkut 20% pasokan minyak global.
Analis perkirakan harga bisa tembus USD 100 per barel jika gangguan berlanjut.
Kebakaran terkendali mengurangi dampak jangka panjang, tapi volatilitas tetap tinggi. **







