Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Covid-19 kembali Melonjak di Singapura, Hong Kong, hingga Thailand, Ini Penyebabnya

badge-check


					Singapura alami lonjakan  Covid-19 Perbesar

Singapura alami lonjakan Covid-19

Penulis: Satwiko Rumekso | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Kasus Covid-19 dilaporkan kembali melonjak di sejumlah negara di Asia seperti Singapura, Hong Kong, Thailand, dan China.

Di Singapura, terjadi peningkatan kasus Covid-19 menjadi 14.200 pada 27 April hingga 3 Mei, angka ini naik dari 11.100 kasus pada minggu sebelumnya.

Dalam kasus Covid-19 kali ini, pihak berwenang mengatakan bahwa varian Covid-19 utama yang beredar adalah LF.7 dan NB.1.8, yang mencakup lebih dari dua pertiga kasus yang diurutkan secara lokal.

Kedua varian tersebut merupakan turunan dari varian JN.1, yang juga merupakan varian yang digunakan dalam formulasi vaksin Covid-19 saat ini.

Kemudian di Hong Kong, tingkat positif Covid-19 mencapai puncak tertinggi dalam setahun terakhir. Menurut Albert Au, kepala Cabang Penyakit Menular di Centre for Health Protection, pada 3 Mei terdapat 31 kasus serius dalam beberapa bulan belakangan.

Bahkan kenaikan kasus Covid-19 ini membuat penyanyi terkenal Eason Chan didiagnosa positif. Hal ini menyebabkan penundaan konsernya di Taiwan.

China juga mengelami kelonjakan kasus Covid-19 hingga 4 Mei. Kemudian di Thailand, dua wabah besar telah terjadi tahun ini, di mana lonjakan terbaru terjadi setelah Songkran, festival Tahun Baru tradisional Thailand pada April.

Penyebab Kenaikan Kasus Covid-19

Melansir CNA, Direktur Medis Life Family Clinic Dr. Lim Kim Show mengatakan bahwa sebagian besar pasien yang terkena Covid-19 saat ini menunjukkan gejala ringan.

“Bagi sebagian besar pasien, gejala-gejalanya masih berperilaku seperti flu biasa, dan sebagian besar pasien pulih cukup cepat,” katanya kepada CNA.

Kemudian alasan terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di Singapura yakni karena kekebalan yang lebih lemah karena tingkat penerimaan suntikan vaksin penguat menurun.

Dr. Lim mengatakan sebagian besar pasien Covid-19 yang ia tangani di klinik Clementi West miliknya belum divaksinasi dalam satu hingga dua tahun terakhir.

“Dengan penurunan kekebalan … itu mungkin menyebabkan kerentanan yang lebih tinggi terhadap (jenis) baru, terutama mereka yang berisiko lebih tinggi,” tambahnya.

Di negara seperti Thailand dan Hong Kong, penyebab naiknya kasus Covid-19 dilakukan karena meningkatnya aktivitas perjalanan dan pertemuan dari wisatawan.

Kemungkinan, festival Tahun Baru Tradisional Thailand pada April membuat penyebaran semakin menyeruak karena banyaknya orang mengadakan pertemuan besar dalam satu waktu.

Tingkat kekebalan tubuh yang menurun di tengah cuaca yang tidak menentu juga bisa menjadi potensi naiknya kasus Covid-19.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

“Cium” Asisten Cantik di Lapangan Golf, Trump Gemparkan Netizen

17 September 2026 - 16:00 WIB

Raja Thailand Terbangkan Sendiri Pesawat Boeing 737 -800

15 September 2026 - 17:27 WIB

Resmi Mengaku, Amerika Serikat Kerahkan Senjata Ofensif Aktif di Orbit Bumi

15 September 2026 - 16:48 WIB

Mantan PM Inggris dan Delegasi Barat Nyaris Kena Serangan Drone Rusia

14 September 2026 - 18:51 WIB

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Trending di Internasional