Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

China Bangun Pabrik Kalapa Rp 1,6 T di Morowali, Butuh Pasokan 500 Juta Butir Kalapa/ Tahun

badge-check


					pabrik pengolahan kelapa milik invetaor China senilai Rp 1,6 triliun akan dibangun di Morowali, bisa jadi berlokasi di kawasan berikat PT IMIP. Foto: invesatora.idn Perbesar

pabrik pengolahan kelapa milik invetaor China senilai Rp 1,6 triliun akan dibangun di Morowali, bisa jadi berlokasi di kawasan berikat PT IMIP. Foto: invesatora.idn

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani    |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd., perusahaan China produsen turunan kelapa terbesar di Tiongkok, mengkucurkan investasi US$100 juta (Rp1,6 triliun) untuk pabrik pengolahan kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah.

Pabrik ini dibangun atas kerja sama dengan konsorsium Indonesia-China termasuk Danantara. Proyek ini dipimpin Menteri Investasi Rosan Roeslani melalui BKPM setelah “jemput bola” ke China, menarget rampung pertengahan 2026 dengan tahap pertama akhir 2025.​

Pabrik akan menyerap 500 juta butir kelapa per tahun dari petani lokal, ciptakan 10.000 lapangan kerja, dan tingkatkan harga kelapa domestik dengan hilirisasi agar tidak diekspor mentah ke China. Sebelumnya, kelapa Indonesia diolah di China; kini basis produksi dipindah untuk efisiensi logistik dan nilai tambah ekonomi.​

Produksi kelapa nasional Indonesia 2024 mencapai 2,82 juta ton (angka sementara), setara sekitar 33-37 miliar butir kelapa utuh per tahun (asumsi 1 ton ≈ 11.700-13.000 butir berdasarkan rata-rata 1 butir 80-90 gram daging kelapa). Kebutuhan pabrik Zhejiang FreeNow di Morowali hanya 500 juta butir/tahun (1,5-2% dari total nasional), sehingga sangat feasible dan hanya menyerap sebagian kecil pasokan dari Sulawesi Tengah serta provinsi sekitar.

Produksi kelapa Indonesia tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,86 juta ton, naik dari 2,82 juta ton pada 2024 (angka sementara). Proyeksi ini dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, dengan kontribusi utama dari perkebunan rakyat, besar negara, dan swasta, didominasi Provinsi Riau (11,74% kelapa dalam, 74,21% kelapa hibrida).​

  • Kelapa dalam: Mayoritas dari Riau dan provinsi lain selama lima tahun terakhir.​

  • Kelapa hibrida: Didominasi Riau hingga 74,21% nasional.​

  • Proyeksi lanjutan: Naik rata-rata 0,38% per tahun hingga 2,87 juta ton pada 2028, meski fluktuatif.​

Data ini mendukung hilirisasi seperti pabrik Morowali (500 juta butir/tahun), di tengah ekspor kelapa bulat melonjak 143,9% ke China (US$208,2 juta Jan-Okt 2025), yang menekan pasokan domestik. Luas lahan perkebunan sekitar 3,34 juta hektare, 98,95% dikelola rakyat.​

Investasi ini bagian dari hilirisasi perkebunan selain mineral, dengan realisasi Januari-September 2025 Rp431,4 triliun (naik 58,1 persen YoY), mendukung Asta Cita pemerintahan Prabowo. Pembangunan bertahap tiga fase di kawasan IMIP Morowali, tingkatkan kesejahteraan petani dan industri padat karya.​

Pabrik hilirisasi kelapa Zhejiang FreeNow Food Co. Ltd. di Morowali akan menghasilkan santan kelapa (varian baru dan tanpa gula), air kelapa (termasuk Nam Hom dan beku), jelly kelapa, krim kocok kelapa, serta barista kelapa untuk latte bebas gula. Produk lain mencakup olahan sabut kelapa untuk furniture dan mobil mewah, serta potensi susu gandum berbasis kelapa, dengan kapasitas 500 juta butir kelapa per tahun.​

Proyek ini mengintegrasikan rantai pasok dari petani lokal Sulawesi Tengah, ciptakan 10.000 lapangan kerja, dan ekspor ke Amerika serta Eropa mengikuti tren plant-based. Tahap pertama rampung akhir 2025, fokus hilirisasi untuk tingkatkan nilai kelapa domestik.​

Dikerjasamakan dengan konsorsium Indonesia-China seperti Danantara, investasi US$100 juta ini bagian strategi BKPM untuk perkebunan non-mineral. FreeNow, pemimpin global sejak 2015 di Guangdong, terapkan proses ramah lingkungan.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Pemkab Jombang Luncurkan Aplikasi PRIME 169: Pangkas Birokrasi dan Pengawasan

13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

Okupansi Hotel di Kawasan Bromo Anjlok Dampak Kebakaran

13 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Prabowo: Motor Listrik Lebih Hemat dan Efisien

13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik sampai Desember 2026

12 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kapal Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 1 Penumpang Meninggal

12 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Trending di Nasional