Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, TEMANGGUNG– Bayangkan Anda harus memotret seseorang yang tak henti mondar-mandir, sambil tersenyum lebar dan membujuknya seperti sahabat lama yang hilang. Itulah hari-hari penuh sabar petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Kali ini, mereka berjuang demi seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang gelisah, hanya untuk dapatkan satu foto E-KTP layak. Video momen haru ini meledak di media sosial, bikin ribuan warganet ikut basah mata.
Unggahan TikTok dari akun @wulan_semar pada Jumat, 3 April 2026, langsung viral lintas platform. Rekaman 30 detik itu tunjukkan dua petugas bentangkan kain merah sebagai latar darurat di pinggir permukiman.
Rekan mereka ikuti langkah pria itu yang gelisah, sementara kepala desa membantu bujuk dengan nada lembut, “Ayo Mas, foto bentar doang, nanti bisa beli rokok lagi.” Tak mudah—pria itu bolak-balik, tapi petugas tak mundur.
Mereka pun menggunakan jurus suap Rp5 ribu-Rp10 ribu, roti hangat, jajanan pasar, bahkan rokok kesukaannya.
“Banyak cara kami coba buat bujuk target ODGJ yang lagi kumat,” tulis narasi video, ungkap dedikasi tulus yang bikin hati meleleh.
Cerita ini bukan sekadar satu kasus. Di Temanggung sendiri, Disdukcapil masih harus mendata ulang sekitar 450 ODGJ hingga akhir 2026—angka dari laporan Dinkes setempat per Maret lalu, di mana 320 sudah punya E-KTP tapi 450 lagi nunggu verifikasi lapangan karena mereka sering pindah atau sulit ditemui.
Bayangkan: tanpa identitas, mereka terputus dari bansos, obat gratis, atau layanan kesehatan. Mirip di Padang, yang tahun 2025 masih kejar 1.200 ODGJ dengan target 80% tuntas tahun ini.
Upaya Temanggung ini jadi pengingat hangat: di balik tumpukan berkas birokrasi, ada hati petugas yang rela keringetan demi yang paling rentan.
Warganet langsung riuh. “Kesabaran level dewa! Salut banget,” tulis @bunda_rumah_tangga. “Ini baru pelayanan sejati, bikin bangga jadi warga Temanggung,” komentar @petanijawa.
Kisah ini bukan cuma viral, tapi inspirasi: E-KTP bukan sekadar kartu plastik, melainkan jembatan harapan menuju hidup layak bagi siapa pun, termasuk yang tersesat di labirin pikiran mereka sendiri. **







