Penulis: Majid | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, SIDOARJO-Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan komitmennya untuk membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas di wilayahnya. Dalam acara audiensi bersama koalisi penyandang disabilitas di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jumat (16/5).
Bupati Subandi menjanjikan program baru yang akan menempatkan satu terapis disabilitas netra di setiap pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kabupaten Sidoarjo.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Subandi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat hak-hak penyandang disabilitas melalui peningkatan akses terhadap layanan publik, pemberdayaan ekonomi, hingga keterlibatan aktif dalam proses pengambilan keputusan pembangunan daerah.
“Kita akan diskusikan lebih lanjut dengan OPD terkait agar mereka (penyandang disabilitas) yang memiliki sertifikasi, terutama di bidang pelayanan kesehatan, bisa diberdayakan di dua RSUD dan 30 Puskesmas yang ada di Sidoarjo,” ujar Subandi.
Ia menambahkan bahwa pemerintah harus memberikan ruang kerja bagi tenaga profesional penyandang disabilitas yang memiliki kompetensi. Menurutnya, hal ini tidak hanya memberi peluang kerja yang layak, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan yang lebih ramah difabel.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat inklusi sosial dan membuka akses yang lebih luas bagi kelompok disabilitas dalam berbagai sektor kehidupan, khususnya di bidang kesehatan.
Heri Cahyono anggota koalisi disabilitas sidoarjo yang juga ketua persatuan tuna netra Indonesia (pertuni sidoarjo) merespon positif janji bupati Subandi.
Menurutnya, hampIr 95 persen anggota Pertuni dan Itmi Sidoarjo adalah tenaga terapis pijat yang berpengalaman dan tersetifikasi. Namun, mereka cukup kesulitan untuk memasarkan jasa mereka di Sidoarjo.
Heri Cahyono juga menyampaikan aspirasinya kepada bupati subandi, jika kompetensi mereka sebagai penyehat tradisional menyulitkan mereka untuk dilibatkan pada layanan kesehatan sector public seperti di puskesmas atau rumah sakit.
Senada, Ikromi Kamaludin sekretaris ikatan tuna netra muslim Indonesia (itmi sidoarjo) juga merespon positif program tersebut.
Pemuda yang akrab disapa Romi itu juga mengusulkan disnakaer sidoarjo membuka program pelatihan terapis pijat berbasis kompetensi dari BNSP.***