Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PASURUAN- Banjir setinggi 50–70 cm di Beji, Pasuruan, Jawa Timur, Selasa malam 24 Maret 2026, mengganggu lalu lintas jalur nasional Surabaya–Probolinggo. Panturan (Pantura) yang melewati Beji di Pasuruan memang sering ditutup akibat banjir, terutama karena luapan Sungai Petung
Kendaraan dialihkan ke tol dan jalur Bangil–Pandaan untuk keamanan, sementara permukiman di Dusun Rodowo dan Pilangsari ikut terendam.
Jalur utama lumpuh total akibat genangan air yang membahayakan pengendara. Petugas Dishub dan Polri bersiaga mengatur pengalihan, mirip insiden sebelumnya di Pantura Beji-Gempol.
Selain jalan raya, banjir merendam rumah warga di dua dusun tersebut. Situasi ini sering dipicu hujan deras dan luapan sungai lokal seperti Sungai Petung atau Wrati.
Ikuti arahan petugas di lapangan, hindari memaksa melintas genangan, dan pantau update BMKG untuk cuaca Jatim. BPBD Pasuruan sedang tangani normalisasi.
Kendaraan di jalur nasional Surabaya–Probolinggo, Beji, Pasuruan, dialihkan akibat banjir setinggi 50–70 cm. Pengalihan ini diterapkan untuk keselamatan pengguna jalan oleh petugas Dishub dan Satlantas.
Jalur Alternatif Utama
-
Kendaraan dari Surabaya (arah barat) dialihkan ke Jalan Tol Surabaya–Gempol atau jalur Bangil–Pandaan.
-
Dari Probolinggo (arah timur) dicegat di pertigaan terdekat, lalu diarahkan ke Jalur Lingkar Selatan (JLS) atau tol.
Pada kejadian sebelumnya seperti banjir Pantura Beji-Gempol, mobil besar diwajibkan tol, sementara motor bisa lewat Rembang atau simpang tiga Kraton ke selatan hingga air surut. Pantau petunjuk di lapangan untuk update terkini.
Banjir Tahunan
Di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, terdapat beberapa sungai utama yang sering menjadi penyebab banjir lokal.
-
Sungai Wrati: Sungai terbesar yang melintasi Beji, berasal dari hulu selatan (Pandaan, Purwosari, Sukorejo), sering meluap dan merendam Pantura serta desa seperti Cangkring Malang dan Kedungringin.
-
Sungai Bangiltak: Menjadi batas alami dengan Sidoarjo di utara, bermuara ke Sungai Kedunglarangan di Bangil.
Sungai Wangi dan Sungai Beji juga ada di wilayah tersebut, meski lebih sering terkait isu pencemaran daripada banjir besar. Saat ini, luapan Sungai Wrati kemungkinan utama picu genangan di Jalan Raya Beji. **







