Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, SURABAYA– Antarina S. F. Amir, Founder & CEO HighScope Indonesia sekaligus penulis Life Skills For All Learner, menegaskan lewat unggahan Instagram pada 15 Januari 2025 bahwa tujuan sekolah tidak berhenti pada pencapaian nilai. Ia membuka dengan pertanyaan reflektif: “kenapa sih orang harus sekolah, mau dapat nilai.”
Menurutnya, pendidikan adalah proses membangun kapasitas pengambilan keputusan. “Orang harus sekolah itu karena belajar mengambil keputusan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bagaimana otak berkembang dari survival brain ke emotional brain hingga thinking brain, di mana neokorteks terbentuk melalui latihan membuat keputusan.
Contoh konkret ia ambil dari jenjang perguruan tinggi: mahasiswa S1 mempelajari konsep seperti supply and demand yang menjadi kerangka berpikir dalam menentukan harga atau menilai keuntungan.
Pemahaman tentang cost and benefit maupun segmentasi pasar, lanjutnya, membuat keputusan lebih terstruktur dibanding sekadar mengikuti naluri. Tanpa konsep, keputusan bisnis sering hanya berangkat dari alasan sederhana “kelihatannya rame” tanpa analisis.
Antarina menekankan pentingnya fondasi sejak pendidikan dasar. Dari preschool hingga SMA, anak perlu dilatih membuat pilihan yang tepat, mampu menjelaskan tujuan proyek atau pekerjaan, serta menyadari manfaatnya bagi masyarakat.
Ia menutup dengan penegasan praktis: “Kriteria itu kita ajarkan ke anak-anak bahwa itu harus menjadi satu dasar di dalam pengambilan kerjaan.”
Pandangan ini menantang paradigma nilai semata dan mendorong kurikulum agar menempatkan pengambilan keputusan serta pemahaman konsep sebagai kompetensi inti, bukan sekadar pelengkap..***






