Penulis: Arief H. Sorsatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG — Pemerintah Kabupaten Jombang tetap merealisasikan program pengadaan motor operasional untuk kepala desa melalui skema program Desa Mantra, dan telah mencairkan anggaran Rp12 miliar untuk membeli motor dinas 302 kades atau Rp39,735 juta/desa.
Program ini menuai sorotan karena dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan dasar desa yang lebih mendesak, dan semangat efisiensi anggaran.
Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa pengadaan itu ditujukan untuk mendukung kinerja dan pelayanan publik di desa.
Dalam laporan yang beredar, bupati menyebut kendaraan operasional lama sudah tua dan kerap rusak, sehingga perlu diganti agar mobilitas kepala desa tidak terganggu.
Program tersebut memberikan alokasi sekitar Rp40 juta per desa untuk pembelian satu unit motor.
Dana itu tidak dibelanjakan secara terpusat oleh Pemkab, melainkan ditransfer ke rekening masing-masing desa agar pemerintah desa bisa menentukan sendiri jenis kendaraan yang dibeli.
Sekretaris Daerah Jombang, Agus Purnomo, sebelumnya menjelaskan bahwa pembelian motor bukan instruksi wajib, melainkan opsi desa sesuai musyawarah dan kebutuhan masing-masing.
Ia juga menekankan bahwa pengadaan dilakukan, karena banyak motor dinas kades sudah tua dan sering rusak.
Namun, Fraksi PKB DPRD Jombang menilai kebijakan tersebut tidak mendesak. Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang, M Subaidi Muctar, mengatakan pengadaan motor operasional kades bukan kebutuhan strategis, jika dibandingkan dengan persoalan riil masyarakat desa.
Kritik juga datang karena sebagian pihak menilai anggaran seharusnya lebih dulu diarahkan ke infrastruktur, pelayanan dasar, dan kebutuhan warga lain.
Misalnya, peningkatan fasilitas jalan umum, penerangan jalan umum, jembatan rusak, sekolah jebol. Insfrastruktur dan posyandu lebih penting, malah menganggarkan sepeda motor untuk operasional kades.
Kades Sudah Beli
Di lapangan, sejumlah kades telah membeli motor dinas sudah mulai direalisasikan oleh sejumlah desa. Laporan terbaru menyebut beberapa desa yang telah membeli di antaranya Banjarsari, Gondangmanis, Pucangsimo, Karangdagangan, Kayen, dan Brodot.
H. Basyarudin dari Desa Banjarsari, mengatakan, “Motor ini dibeli menggunakan anggaran Desa Mantra tahun 2025 lalu. Selain untuk motor dinas, anggaran tersebut juga untuk honor RT/RW dan kegiatan kemasyarakatan.”
Laporan lain menyebut Kepala Desa Pucangsimo, Muhammaf Shony, mengatakan, “Setelah dananya ditransfer ke bendahara desa, saya segera ke dealer untuk membeli motor sesuai harga yang ditentukan. Kalau tidak, khawatir dana dianggap tidak terserap dan bisa ditarik kembali oleh Pemkab Jombang. Dengan motor baru, kami lebih bersemangat dalam melayani masyarakat.”
Secara keseluruhan, program ini disebut menyasar 302 desa di Jombang dengan total anggaran khusus pengadaan motor mencapai lebih dari Rp12 miliar.
Fakta Motor Kades
- Program masuk skema Desa Mantra dan tiap desa mendapat pagu sekitar Rp40 juta.
- Pemkab menyalurkan dana ke desa, bukan membeli motor secara langsung.
- Warsubi mempertahankan program dengan alasan pelayanan desa dan kondisi kendaraan lama.
- Fraksi PKB DPRD Jombang menilai program ini tidak prioritas.
- Sejumlah desa sudah merealisasikan pembelian motor operasional. **







