Menu

Mode Gelap

Headline

Anas Burhani Desak Pemkab Jombang Kembalikan MAXXI Bimo 110 ke Gapoktan Sumbersari

badge-check


					Anggota DPRD Jombang, Anas Burhani (kanan berkacamata) , mendesak kepada pemkab Jombang, pemprov JawaTimur agars egera mengupayakan mengembalikan alat pertanian berupa combine harvester MAXXI Brimo 110 kepada gapoktan penerima manfaat desa i Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, . Foto. Perbesar

Anggota DPRD Jombang, Anas Burhani (kanan berkacamata) , mendesak kepada pemkab Jombang, pemprov JawaTimur agars egera mengupayakan mengembalikan alat pertanian berupa combine harvester MAXXI Brimo 110 kepada gapoktan penerima manfaat desa i Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, . Foto.

Penulis:  Elok Apriyanto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Hilangnya alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendapat sorotan serius dari DPRD Jombang.

Alsintan bantuan yang diduga digadaikan dan tidak berada di lokasi saat dilakukan monitoring oleh Dinas Pertanian (Disperta) setempat.

Ketua Komisi B DPRD Jombang, Anas Burhani, menegaskan agar combine harvester tersebut segera dikembalikan kepada penerima manfaat yang berhak sesuai ketentuan.

Menurut Anas, bantuan alsintan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur sejatinya diperuntukkan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Karena itu, ia menyayangkan jika bantuan pertanian justru tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Jangan sampai bantuan yang seharusnya benar-benar untuk kesejahteraan para petani justru dinikmati oleh oknum tertentu,” tegas Anas, Senin 12 Januari 2026.

Anas menyebut, Komisi B DPRD Jombang meminta Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

Terlebih, berdasarkan informasi yang diterima DPRD, combine harvester tidak ditemukan saat dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) di lapangan.

“Kami minta pemkab bersama pemprov segera bertindak. Keberadaan combine yang tidak ditemukan saat monev harus segera ditelusuri,” ujarnya.

Anas menambahkan, setelah keberadaan alsintan diketahui, combine harvester harus segera diserahkan kepada penerima manfaat sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan bantuan pertanian yang transparan dan akuntabel, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani.

“Harus jelas siapa penerima manfaatnya dan di mana alat itu berada. Jangan sampai kasus seperti ini terulang karena merugikan petani dan mencederai kepercayaan publik,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan penyimpangan penyaluran bantuan alat pertanian kembali mencuat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kali ini, bantuan combine harvester (combi) yang seharusnya diperuntukkan bagi kelompok tani di Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, diduga diperjualbelikan oleh kepala desa setempat.

Combine harvester merek MAXXI Bimo 110, bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, diduga dijual oleh Kepala Desa Sumbersari, Harianto, kepada almarhum H. Iskandar, warga Dusun Paceng, Desa Sumbersari, pada September 2024.

Salah satu anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) berinisial WR mengungkapkan, sebelum bantuan alat pertanian tersebut turun, pihak desa sempat meminta data kelompok tani kepada Poktan Mojosari sebagai syarat administrasi.

Setelah menunggu selama beberapa bulan, bantuan combine harvester Bimo nomor 110 akhirnya tiba di desa. Namun, alat tersebut tidak diserahkan kepada kelompok tani penerima sebagaimana tercantum dalam proposal.

“Pihak desa justru meminta uang Rp200 juta kepada Gapoktan,” ujar WR kepada wartawan, sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan, Kamis 25 Desember 2025. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warsubi Lantik 84 Pejabat Baru di Pemkab Jombang, Bayu Pancoroadi dari PUPR Jadi Kapala DPMPTSP

15 Januari 2026 - 22:00 WIB

Kehebatan Tim SAR Gabungan: 17 Hari Tanpa Henti, Akhirnya Berhasil Temukan Jasad Syafiq di Lereng Gunung Malang

15 Januari 2026 - 18:18 WIB

2.000 Peserta Termasuk Dokter Tirta akan Tampil dalam Lelono by Mantra 2026 Lintas Alam 55 Km Tanpa Hadiah di Batu

15 Januari 2026 - 17:29 WIB

Beberapa Perwira Polres Jombang Bergeser Jabatan

15 Januari 2026 - 17:14 WIB

Dugaan Mark-Up JDU Rp 16 Miliar, Ormas Dinas Melaporkan 5 Orang Termasuk Bupati Sidoarjo ke Bareskrim

15 Januari 2026 - 17:11 WIB

Kontrak Payung ATK Kertas Resmi Ditandatangani Pemkot Mojokerto

15 Januari 2026 - 14:55 WIB

Iran Tunda Eksekusi Gantung, Setelah Ancaman dari AS, Ini Kata Donald Trump

15 Januari 2026 - 10:36 WIB

Menteri HAM Temui Pasien Keracunan MBG di Mojokerto, Natalius: Tidak Boleh Jadi Pengalang Proram MBG

15 Januari 2026 - 09:24 WIB

Antarina: Beberkan Tujuan Sekolah, Bukan Hanya Cari Nilai

15 Januari 2026 - 09:03 WIB

Trending di News