Menu

Mode Gelap

News

Tim Polda Jatim Turun ke Lokasi Temuan Jasad Siswi MI di Kalibaru Banyuwangi

badge-check


					Polda Jawa Timur mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan dan rudapaksa siswi MI Kalibaru, Banyuwangi. Tim dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Farman, Senin, 30 Desember 2024. Instagram@bwi24jam Perbesar

Polda Jawa Timur mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dugaan pembunuhan dan rudapaksa siswi MI Kalibaru, Banyuwangi. Tim dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Farman, Senin, 30 Desember 2024. Instagram@bwi24jam

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANYUWANGI–  Sudah satu setengah bulan berlalu, namun aparat kepolisian belum berhasil menguak siapa pelaku dugaan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap  siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kalibaru, Banyuwangi yang terjadi 13 November 2024.

Oleh karena itu,  sebuah tim penyidik dari Polda Jatim  dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman, turun ke lokasi  ke tempat kejadian perkara (TKP), Senin, 30 Desember 2024. Kasus ini belum terungkap sama sekali meski sudah berjalan satu setengah bulan lalu.

Kasus ini bermula ketika seorang siswi berusia tujuh tahun ditemukan tewas di kebun dekat rumahnya pada Rabu, 13 November 2024. Korban, yang dikenal dengan inisial DCN, 7, diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum dibunuh.

Saat ditemukan, DCN mengenakan seragam sekolah dalam kondisi tidak lengkap, dengan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Polisi telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti, termasuk sepeda dan pakaian korban, untuk dianalisis di laboratorium forensik. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku yang belum teridentifikasi.

Polda Jawa Timur telah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dugaan pembunuhan dan pemerkosaan siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kalibaru, Banyuwangi. Tim yang dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman, mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin, 30 Desember 2024.
Kasus ini bermula ketika seorang siswi berusia tujuh tahun ditemukan tewas di kebun dekat rumahnya pada 13 November 2024. Korban, yang dikenal dengan inisial DCN, diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum dibunuh. Saat ditemukan, DCN mengenakan seragam sekolah dalam kondisi tidak lengkap, dengan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
Polisi telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti, termasuk sepeda dan pakaian korban, untuk dianalisis di laboratorium forensik. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku yang belum teridentifikasi.
Pengungkapan kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi MI di Banyuwangi mengalami kesulitan karena beberapa faktor. Di antaranya,  orang tua korban awalnya sulit memberikan keterangan kepada polisi akibat kondisi psikologis mereka setelah kehilangan anak. Namun, setelah beberapa waktu dan pendampingan dari ahli psikologi, mereka mulai bersedia memberikan informasi yang diperlukan.
Polisi telah memeriksa banyak saksi, dengan total mencapai 27 orang. Proses pengumpulan keterangan dari saksi-saksi ini memerlukan waktu dan ketelitian untuk memastikan konsistensi informasi yang diberikan.

Barang bukti yang dikumpulkan dari TKP masih dalam pemeriksaan laboratorium forensik. Hasil analisis ini sangat penting untuk menemukan petunjuk yang dapat mengarah kepada pelakuKasus ini melibatkan banyak aspek, termasuk penggalian informasi secara psikologis dari keluarga korban dan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang lingkungan sekitar.

Pihak kepolisian juga meminta dukungan dari masyarakat untuk melaporkan informasi apapun yang mencurigakan, namun partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi juga menjadi faktor penentu dalam pengungkapan kasus ini. Dengan berbagai tantangan ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus bekerja keras hingga pelaku dapat ditangkap dan diadili. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sulimah Korban Tewas Kecelakaan Mobil Kelinci Angkut 22-25 Orang Terguling di Jatidukuh Mojokerto

29 Maret 2026 - 00:34 WIB

Lewat Jalur Penerbangan Selatan, Irfan Yusuf Tegaskan Keberangkatan Haji Tetap 22 April 2026

29 Maret 2026 - 00:11 WIB

Membahayakan Keselamatan Umum, Balon Raksasa Ilegal Nyangkut di Menara SUTET Trenggalek

28 Maret 2026 - 23:46 WIB

Pasca Blusukan, Presiden Prabowo Perintahkan PT KAI Bangun Rusun untuk Warga Penghuni Bantaran Rel KA Senen

28 Maret 2026 - 23:28 WIB

Polisi Gerebek Kecamatan Jogoroto, Gagalkan Penerbangan dan Sita 12 Balon Udara Ilegal

28 Maret 2026 - 22:53 WIB

ASN Mojokerto Antusias Ikuti Gerakan Bike to Work Setiap Jumat

28 Maret 2026 - 14:59 WIB

Kasus Kredit BNI Rp 105 Miliar, Hakim PN Beri Tahanan Rumah Terdakwa Bengawan Kamto

28 Maret 2026 - 12:29 WIB

Dituduh Illegal Mining Potensi Denda Rp4,2 Triliun, Kejaksaan Agung Menahan Taipan Tambang Samin Tan

28 Maret 2026 - 08:39 WIB

Enam Hari Dilaporkan Hilang, Dua Pria Ditemukan Membusuk di Kubah Masjid Miftahul Janah Pengaradan Brebes

28 Maret 2026 - 00:45 WIB

Trending di News