Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Usaha Rumahan Ikut Didata, BPS Pastikan Bukan untuk Urusan Pajak

badge-check


					Sensus BPS Perbesar

Sensus BPS

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadijwiaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-

Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menegaskan sensus ekonomi tidak untuk mengejar pajak kepada pelaku usaha rumahan. Sensus ekonomi diketahui tengah berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Sonny mengatakan, sensus ekonomi juga dilakukan untuk mendata para pelaku usaha rumahan. Namun ia menekankan, sensus tidak dilakukan untuk urusan perpajakan.

“Karena sekarang aktivitas ekonomi itu batasnya antara bangunan fisik dan rumah itu semakin nggak jelas kan. Orang bisa beraktivitas. Bukannya kita mau ngejar-ngejar urusan pajak, bukan, ini kan urusan statistik,” ungkap Sonny dalam acara detikPagi, Senin (20/7/2026).

Sonny menegaskan, sensus yang tengah dilakukan BPS dilakukan untuk mendata aktivitas ekonomi yang dilakukan di rumah-rumah. BPS menargetkan dua responden, yakni pelaku usaha rumahan yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan keluarga.

“Populasi yang kita kejar, yang pertama adalah para pelaku usaha, memang mereka biasanya punya Nomor Induk Berusaha (NIB), punya bangunan fisik yang jelas, dan yang satunya adalah keluarga, jadi kita datangi keluarga-keluarga untuk mendata ekonomi yang ada di dalam keluarga,” jelasnya.

Sonny menjelaskan, sensus ekonomi yang dilakukan BPS sendiri dilakukan dalam 10 tahun sekali. Rentang waktu sensus harus dilakukan dalam periode tertentu untuk melihat perubahan secara lengkap struktur ekonomi nasional, termasuk sektor dengan kontribusi terbesar terhadap penyerapan tenaga kerja tertinggi.

BPS melibatkan setidaknya 251 ribu petugas sensus ekonomi berdasarkan wilayah kerja statistik. Ratusan ribu petugas ini akan melakukan sensus secara door-to-door untuk 95,3 juta keluarga.

“Petugas itu kan wilayah kerjanya harus jelas, makanya kita itu sebelum sensus persiapannya itu dua tahun sendiri,” terangnya.

Sonny menambahkan, membangun negara harus menggunakan data yang lengkap. BPS memastikan data yang dihimpunnya aman dari peretasan, mengingat lembaga negara tersebut biasa melakukan 95 survei dengan konsensus sebanyak 6,3 juta dalam setahun.

“Bayangkan 6,3 juta itu biasa disurvei setiap tahun dengan pertanyaan yang lebih detail dan nggak pernah bocor, nggak ada masalah. Jadi mohon dukungan, karena gini belajar dari pengalaman sensus di banyak negara, keberhasilan sensus itu bukan karena dia mengerahkan orang begitu banyak, bukan karena dia menggunakan teknologi yang begitu maju, keberhasilan sensus itu kalau partisipasi masyarakatnya itu penuh. Titik. Berikan jawaban yang jujur,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Kemnaker Resmi Buka Pendaftaran Magang Nasional Batch 3 Angkatan II 2026

27 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Gresik Bangkitkan Kembali Jaga Ketertiban Dalam Masyarakat Melalui Aslinmas

27 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Polres Gresik Resmi Gelar Operasi Patuh Semeru 2026

27 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Trending di Nasional