Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

badge-check


					PB NU menyelenggarakan workshop untuk para pengasuh pondok, dilaksanakan di Cirebon. Foto: ist Perbesar

PB NU menyelenggarakan workshop untuk para pengasuh pondok, dilaksanakan di Cirebon. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CIREBON-– Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj tampil sebagai sebagai keynote speaker di Workshop Pengasuh Pesantren Se-Indonesia Angkatan ke-4 di Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 13 Juni 2026.

Sebagai tokoh senior, tentu wejangannya tentang pesantren dan kiai sangat dinantikan. Namun beberapa pihak mengaitkan kehadiran itu dengan agenda Muktamar NU ke-35, bukan sebatas penguatan materi workshop.

Terlepas keragaman tafsir yang muncul, tapi bagi Kiai Imam Jazuli, Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Buya Said adalah sosok yang tidak saja dekat secara pemikiran keislaman dan politik, melainkan juga dekat secara personal.

“Ayah saya dulu diasuh oleh ayahnya Kang Said, yaitu Kiai Aqil. Dan saya pun dulu sebelum ke Lirboyo juga dititipkan ayah saya ke Kiai Aqil. Jadi, Kang Said adalah putra dari guru kami,” papar Kiai Imjaz.

Dalam sambutan selama sejam setengah lebih, Kiai Said Aqil Siraj mendukung pelaksanaan workshop yang mengangkat tema besar tentang pentingnya transformasi dalam menyikapi perubahan.

Ketum PBNU periode 2010-2021 itu menyatakan bahwa kiai harus terbuka terhadap kemajuan zaman di satu sisi, dan menjaga mabda asasi (prinsip dasar) di sisi lain.

“Mbah Hasyim Asy’ari adalah sosok yang harus diteladani oleh para kiai NU terkait hal ini. Beliau mampu menyatukan semangat keislaman dan kebangsaan yang sulit ditemukan sosoknya di negara-negara Timur Tengah,” jelanya.

Seiring kemajuan zaman yang banyak digerakkan oleh teknologi hari ini, Kiai Said mengajak para peserta workshop untuk menyambutnya dengan baik.

“Kiai dan pesantren harus siap berubah supaya bisa melahirkan tokoh-tokoh hebat di bidang sains dan teknologi yang juga seorang ulama seperti di era keemasan Islam,” ajaknya.

Di saat yang bersamaan, Kiai Said mengajak 190 pengasuh pesantren dari Jawa Tengah yang terseleksi agar tidak menyebarkan paham-paham fatalis yang mengatasnamakan tasawuf.

Sebaliknya, para kiai harus menyebarkan paham optimis dan progresif, dan untuk tujuan tersebut, workshop yang digagas Kiai Imam Jazuli menurut beliau sangat tepat.

“Jangan mengajarkan sedikit asal berkah, tapi ajarkan banyak dan berkah. Jangan mengajarkan kalah di dunia dan menang di akhirat, tapi ajarkan menang di dunia dan menang akhirat,” tegas Kiai Said.

Selaku sohibul bayt sekaligus narasumber tunggal workshop ini, Kiai Imam Jazuli menyampaikan pentingnya bagi para pengasuh pesantren untuk menaati hukum perubahan, yang juga merupakan kehendak sunnatullah.

“Perubahan adalah peristiwa yang mabni (tidak bisa dihindari), perubahan tidak bisa membikin manusia atau lembaga mati. Kematian akan dialami oleh manusia dan lembaga yang gagal merespons perubahan dengan tepat,” tegas Kiai Imam, penulis buku Terobosan Pesantren Memimpin Perubahan (2024) itu.

Menurut Kiai Imam Jazuli, kunci keberhasilan perubahan di pesantren, baik perubahan yang bersifat transformasional maupun perubahan bertahap, kuncinya di keberanian para pengasuhnya.

“Karena itu, workshop ini hanya mengundang para pengasuh yang memiliki power untuk memutuskan perubahan,” jelas Kiai Imam.

“Saya yakin, jika 5000 pengasuh pesantren seluruh Indonesia menjalankan gagasan perubahan yang muncul di workshop ini, tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya, pesantren akan menjadi ‘top of the mind” masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, menurut Kiai Imam, saat para kiai berani melakukan perubahan sejak dini, maka alumni pesantren juga akan menempati posisi-posisi sentral dan strategis dalam pembangunan Indonesia masa depan.

“Kita bisa melakukan itu asal tahu strateginya. Karena itu, workshop ini lebih fokus pada strategi untuk merebut peluang dan kemenangan,” tegas Kiai Imjaz.

Workshop berlangsung dari 8.30 pagi sampai 10.30 malam hari. Menurut KH. Baihaqi, Pengasuh Pesantren Raudhatul Jannah, Rembang, strategi yang disampaikan Kiai Imjaz adalah terobosan untuk naik level, bahkan tip dan trik yang disampaikan beliau banyak yang bersifat ‘rahasia’ kecuali bagi para pengambil keputusan.

Bagi KH. Rosikh Roghibi dari Ponpes Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’i Karangmangu, workshop kali ini beda.

“Saya semakin pe-de dan semakin bisa membayangkan langkah-langkah perubahan setelah menyimak bagaimana Kiai Imam Jazuli membongkar lika-likunya dalam merintis dan membesarkan Bina Insan Mulia.”

Menurut Ubaydillah Anwar, selaku Ketua Panitia, target 5000 pengasuh pesantren se-Indonesia yang semula akan selesai di Desember, tapi setelah melihat respons peserta, agenda workshop akan dipadatkan di bulan Juli dan Agustus sehingga selesai lebih cepat.

“Semula workshop ini kami laksanakan sepekan sekali, tapi nanti di bulan Juli-Agustus, workshop akan kami laksanakan 3 kali sepekan. Tujuan kami supaya 5000 pesantren telah mengikuti workshop semua di Akhir Agustus 2026 sehingga dapat bertransformasi di tahun ajaran baru 2026/2027 ini” tegas Ubaydillah.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri Yusril Minta Ombudsman Buka Semuanya, Izinkan Wartawan Masuk ke LP Cibinong

25 September 2026 - 13:11 WIB

Komisi C Soroti Proyek Revitalisasi 128 Gedung SD/ SMP Jombang dengan Anggaran Rp77,5 Miliar

25 September 2026 - 12:44 WIB

Menelisik Akar Terorisme (61): Nechayev Sang Teroris Muda Kharismatik

25 September 2026 - 11:52 WIB

Marathon KPK Geledah Kanwil ATR/ BPN Jatim, Malang dan Rumah Milik Lampri di Pace Nganjuk

25 September 2026 - 10:46 WIB

Kantor Digeledah, Istri Dirjen ATR/ BTN Krystianti Lampri Cuti Menghilang Secara Misterius

24 September 2026 - 23:50 WIB

Oknum Diknas Minta Jatah 10% dari Dana Revitalisasi 180 Gedung SD/ SMP di Bangkalan Rp38 Miliar

24 September 2026 - 16:56 WIB

Tim Ombudsman Sidak ke LP CIbinong: Temukan Bangunan Mirip Hotel dan Deretan Mobil Mewah!

24 September 2026 - 15:32 WIB

Eri Cahyadi Melarang Sekolah Jualan Seragam, Bupati Sidoarjo Melarang Sekolah Acara ODL

24 September 2026 - 09:24 WIB

Hasil Tes DNA Jenazah yang Ditemukan adalah Surakman Awak Arupadatu 1, Posisi 380 Km di Perairan Enggano

24 September 2026 - 03:23 WIB

Trending di News