Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist
Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM— Teror suci dan perang bermotif agama di Prancis menggunakan sistem sel dan kapel atau rumah ibadah ala umat Kristen perdana. Dengan cara itu, Pangeran de Conde membangkitkan pergolakan di banyak kota dan distrik Prancis.

Aksi itu dilakukannya setelah Le Havre, Rouen, Orleans dan Lyon, Poitiers dan Bourges serta pusat-pusat pertahanan kaum Cathar dari Bezier dan Mentpelier di Languedoc jatuh akibat kudeta internal kelompok-kelompok Hugenot bersenjata.

Di Rouen, altar, bejana permandian serta relikwi suci dihancurkan dengan aksi penghinaan gila-gilaan. Menghadapi aksi itu, banyak warga Katolik melarikan diri.

Itulah kekuatan terror awal yang diserukan Machiavelli, jika memang ingin merenggut kekuasaan.

Perang-perang teratur dilancarkan para jenderal Katolik didukung oleh Catharine de’ Medici segera mengarah kepada perebutan kembali Rouen, Poitiers, Bourges dan kota-kota pemberontak.

Setelah setahun bertempur, Guise meninggal dunia dan Conde menjadi tahanan. Sebuah perundingan lantas diatur untuk diadakan di Amboise.

Upaya itu menyebabkan nyaris semua tanah para bidaah lama kawasan Languedoc diserahkan kepada kaum Hugenot. Kesepakatan ini menjadi preluda bagi serangkaian perang agama yang mengerikan yang berakhir selama tujuh puluh tahun lebih.

Kengerian perang itu menyebabkan penggempuran habis-habisan Perang Tiga Puluh Tahun di Jerman dalam upaya memadamkan kekejaman Prancis menjadi kurang berarti.

Konflik itu sebetulnya, mencurahkan jauh lebih banyak darah meski pemberontakan pedesaan yang belakangan meletus dari Fronde melawan Ancien Regime serta Vende melawan Revolusi Prancis menimbulkan banyak pembunuhan serta kekejaman yang tak terbilang jumlahnya, akibat fanatismenya yang luar biasa.

Tiga perang sipil yang tidak berujung antara kaum Katolik dan Hugenot meletus selama sepuluh tahun sebelum Pembantaian Pada Hari Raya St Bertholomeus yang mengerikan terjadi.

Pembantaian ini menggemakan kembali plot gaya Machiavellian. Conde pun meninggal dunia, namun tokoh kenamaan Protestan adalah Laksamana Gaspard de Coligny.

Pada 22 Agustus 1572, Laksamana Gaspard de Coligny ditembak lengannya oleh penembak jitu di sebuah jalan di Paris setelah mengikuti pertemuan di Louvre dengan Raja Muda.

Ibunda sang raja, Catherine de Medici mungkin menjadi konspirator di balik upaya pembunuhan itu. Dua hari kemudian, Coligny dibunuh di tempat tidurnya bersama lima bangsawan Hugenot lainnya oleh pewaris duc de Guise.

Taktik semacam ini digunakan Cesare Borgia ketika membunuh keluarga besar Orsini dan Colonnas di Sinigaglia.

Pembunuhan ini mendorong gerombolan umat Katolik untuk melakukan pembalasan yang diwarnai dengan aksi kekerasan di kota itu. Pembalasan dendam dilakukan atas 2.000 bidaah lebih dengan dalih kehendak Allah.

Ketakutan disertai kecemburuan berubah menjadi tugas untuk membantai orang lain secara mengerikan. Jenazah Coligny diperintahkan untuk dipotong kepala, tangan serta kelaminnya.

Para wanita ditusukkan pada tiang-tiang pancang bersula seperti dilakukan Boudica atas pasukan Romawi di London. jalanan penuh tubuh-tubuh yang terluka parah. Darah mengaliri selokan. Jenasah manusia mengotori Sungai Seine.

Para korban dipermalukan dan diperlakukan bagai binatang buas. Rumah-rumah mereka dikosongkan kemudian dibersihkan dengan api.(Bersamhung)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Dewan Bahas Ranperda Miras, Kartiyono: Oplosan Sudah Sangat Berbahaya!

5 Juni 2026 - 20:14 WIB

Perkara Dihentikan, Nama Baik Dr Yudi Utomo Imarjoko Dipulihkan

5 Juni 2026 - 16:05 WIB

Pangdam Mayjen Rudi Saladin ke Mojowarno, Tinjau Lahan 86 Ha untuk Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 08:30 WIB

Kandang Ayam Seharga Rp 2 Miliar Ludes Terbakar di Peterongan Jombang

4 Juni 2026 - 22:04 WIB

Curanmor di Jombang Kembali Marak, Sekali Beraksi Pelaku Gondol 2 Motor

4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Titik Nol Peringati Hari Lahir ke-124 Bung Karno, Masfiin: Sajikan Jenang Pelok dan Sego Ploso

4 Juni 2026 - 18:19 WIB

Bocah 7 Tahun Korban Penculikan Tewas, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

4 Juni 2026 - 15:38 WIB

Pancasila Mengejawantahkan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:06 WIB

Trending di News