Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PATI– Setelah berhasil melaksanakan aksi unjuk rasa kolosal menurunkan Bupati Pati. Besok, Rabu 13 Mei 2026, massal besar, koordinator Aliansi Masyararakat Pati Bersatu akan membawa 3.000 pengunjuk rasa mengepung Polres Pati.
Koordinator lapangan Supriyono alias Botok (47 thn), aktivis pimpinan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), bersama tangan kanannya Teguh Istiyanto (49 thn), mengumumkan aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan mengerahkan ribuan warga mengepung Kantor Polres Pati.
Aksi ini bukan gerakan sembarangan: disusun rapi, damai, dan dilengkapi naskah tuntutan resmi 5 butir yang akan diserahkan langsung ke pimpinan kepolisian.
Dibacakan tegas oleh Supriyono alias Botok & Teguh Istiyanto di hadapan awak media:
- Hentikan praktik kriminalisasi terhadap aktivis, tokoh masyarakat, dan warga yang hanya menyampaikan aspirasi, termasuk cabut perkara & vonis yang dinilai bermuatan politik atas diri kami dan rekan-rekan.
- Segera selesaikan kasus-kasus menggantung: tuntaskan kasus pembunuhan, sengketa tanah, dugaan korupsi dana desa, dan kasus “Tongtek Maut” Desa Talun, tangkap semua pelaku utama yang selama ini lolos.
- Bersihkan oknum polisi pilih kasih: copot dan periksa penyidik yang diduga menerima “pesanan”, lambat kerja, serta menghalangi keadilan rakyat kecil.
- Buka akses transparansi: wajibkan Polres Pati rilis perkembangan kasus secara terbuka, tidak menutupi dokumen penyidikan, dan layani pengaduan tanpa berbelit.
- Jamin keamanan massa: tidak ada tindakan represif, larangan provokasi, dan pastikan jalur dialog berjalan jujur, bukan sekadar gengsi institusi.
“Ini bukan amarah kosong. Ini tuntutan hukum dan nurani. Kalau Polres jawab 5 poin ini dengan nyata, kami bubarkan damai. Kalau diam saja, kami tunggu sampai ada kepastian. Saya Supriyono alias Botok, bersama Teguh, bertanggung jawab atas jalannya aksi besok,” tegasnya.
“Sudah bertahun kami sabar, tapi hukum terasa hanya buat rakyat biasa. Besok buktikan apakah Polri benar-benar pengayom atau sekadar alat kekuasaan,” tambah Teguh Istiyanto.
Data Aksi
-Hari/Tanggal: Rabu, 13 Mei 2026
– Kumpul: Pukul 06.00 WIB
– Bergerak: Pukul 08.00 WIB
– Titik kumpul: Alun-alun Pati, Lapangan Gabus, Lapangan Wedarijaksa
– Sasaran: Kantor Polres Pati
– Perkiraan massa: 3.200 orang, terus bertambah
– Surat pemberitahuan & daftar tuntutan sudah diserahkan resmi ke Polres kemarin
Bagaimana sikap aparat kepolisian tentang aksi unjuk rasa ini. Kapolres AKBP Heru Santoso, S.I.K. memberi respion tenang dan menyejukkan.
“Kami terima laporan lengkap, termasuk 5 butir tuntutan resmi dari Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto. Hak konstitusional mereka kami hormati sepenuhnya.”
“Pintu dialog terbuka lebar. Kami kerahkan 650 personel gabungan untuk jaga ketertiban, tidak ada larangan damai. Tuntutan akan kami catat, kaji, dan jawab secara tertulis di hadapan massa besok siang.” Tutur Kapolres menjawab wartawan. **







