Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Adik Kandung Jadi Staf Ahli, Rudy Mas’ud: Apa Bedanya Presiden Prabowo Angkat Hashim

badge-check


					Kini muncul isu baru dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud angkat Hijrah Mas'ud sebagai tim TAGUPP, sama halnya Presiden Prabowo angkat Hashim Djojohadikusumo sebagi tim ahli presiden. Foto: Instgaram@sapos Perbesar

Kini muncul isu baru dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud angkat Hijrah Mas'ud sebagai tim TAGUPP, sama halnya Presiden Prabowo angkat Hashim Djojohadikusumo sebagi tim ahli presiden. Foto: Instgaram@sapos

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SAMARINDA – Rudy Mas’ud, gubernur Kalimantan Tinur, kembali menuai sorotan tajam, saat ditanya wartawan terkait pengangkatan perempuan adik kandungnya bernama Hijrah, masuk dalam TAGUPP.

Dalam sebuah sesi tanya jawab dengan wartawan, Kamis, 23 April 2026,  Rudy menegaskan bahwa keberadaan adiknya di Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) bukanlah bentuk penyalahgunaan wewenang.

“Memang adik saya, di dalam melaksanakan kegiatan memperjuangkan dari DPRD (DPR-RI) sampai dengan terpilih menjadi Gubernur, ibu Hijrah selalu mendampingi saya.”

Ia juga menambahkan: “Sama juga pak Hashim juga kan begitu, apa bedanya pak Hashim dengan bapak Presiden? Kan dia percayakan. Itu memang hak prerogatif.”

“Dia tidak untuk menentukan, apalagi memerintahkan kepada OPD-OPD, tidak. Dia hanya mengawal saja.”

Melainkan bagian dari kebutuhan kerja dan hak prerogatif dalam penunjukan orang dekat yang dinilai memahami ritme kerja pemerintahan.

Pernyataan itu muncul ketika Rudy dimintai tanggapan atas kritik yang berkembang di ruang publik.

Ia menjelaskan bahwa adiknya kerap mendampingi dirinya dalam banyak agenda pemerintahan dan dianggap memahami kebutuhan koordinasi di lapangan. Dalam konteks itu.

Ia secara terang terangan membandingkannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya juga memberikan penugasan kepada Hashim Djojohadikusumo.

Analogi tersebut segera menjadi sorotan karena dinilai tidak sepenuhnya sebanding dengan situasi di daerah.

Di tengah kritik soal dugaan nepotisme, Rudy menegaskan bahwa posisi adiknya di TAGUPP bukan jabatan pengambil keputusan.

Menurut dia, keberadaan sang adik lebih bersifat membantu mempercepat kerja pemerintah daerah, khususnya dalam hal koordinasi dan pengawalan program.

Rudy juga menekankan bahwa penunjukan itu merupakan bagian dari hak prerogatif kepala daerah dalam memilih tim kerja yang dianggap paling cocok.

Namun, respons itu justru memunculkan gelombang kritik baru. Sebagian pihak menilai perbandingan dengan penugasan Hashim Djojohadikusumo kurang tepat karena konteksnya berbeda antara pemerintahan pusat dan daerah.

Di level daerah, penempatan kerabat dalam struktur kerja pemerintah tetap rawan dipersepsikan sebagai konflik kepentingan, terlebih jika prosesnya tidak dijelaskan secara terbuka.

Isu ini menambah daftar kontroversi yang mengiringi Rudy Mas’ud belakangan ini. Sebagai gubernur yang berasal dari keluarga politik berpengaruh di Kaltim, setiap langkahnya kerap menjadi perhatian publik.

Karena itu, pernyataannya soal adik kandung dan analogi dengan Hashim bukan sekadar jawaban spontan, melainkan telah berkembang menjadi perdebatan mengenai etika jabatan, batas prerogatif, dan sensitivitas publik terhadap praktik nepotisme dalam pemerintahan.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PT Pegadaian XII Surabaya Resmikan Jembatan Gantung di Temas Batu dan 100 Mushaf dan Paket Siswa

17 Juni 2026 - 19:42 WIB

Menelisik Akar Teroris (20): Para Penjahat dan Gerilyawan

17 Juni 2026 - 18:59 WIB

2027 Polri Minta Tambah Anggaran Rp61 Triliun Menjadi Rp184 Triliun

17 Juni 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji Hadiri Doa Bersama Sambut Tahun Baru Hijriah 1448

17 Juni 2026 - 13:46 WIB

Komisi D DPRD Jombang Hearing Rencana PHK 1.000 Orang PT SGS, Karyawan Minta Buka Data

17 Juni 2026 - 12:35 WIB

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist
Trending di News