Penukis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, CIANJUR– Ketua Tanfidziah PB NU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya membuat santri lebih sehat, tetapi juga “sakti” dalam konteks humor.
Video peresmian diunggah di YouTube@NU Online, pada 6-7 Maret 2026, mencakup sambutan Gus Yahya tentang manfaat MBG.
Dikutif pula oleh akun Instagram@Voxnetizen, unggahan 12 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Gus Yahya meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Al-Ittihad, Cianjur.
Ia menekankan MBG meningkatkan kesehatan fisik santri, sekaligus semangat dan daya juang mereka, dengan tambahan frasa “sakti” yang disambut tawa hadirin—bukan literal, melainkan metafora untuk kekuatan tambahan.
Kesatian itu diperoleh dari tambahi dengan suwuk, yang membuat santri lebih sakti.
Acara ini bagian dari komitmen PBNU mendukung MBG pemerintahan, menjadikan pesantren sebagai pusat implementasi untuk generasi muda Nahdliyin.
Gus Yahya juga soroti peran strategis pesantren dalam transformasi bangsa melalui program ini.
SPPG adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, sebuah unit dapur atau fasilitas khusus di pesantren untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi santri.
Fungsi Utama
SPPG mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah dengan menyiapkan hidangan seimbang, menjaga kualitas pangan, dan memperkuat ketahanan pangan lokal di lingkungan.
Di pondok pesantren Al-Ittihad Cianjur, SPPG diresmikan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebagai bagian komitmen NU untuk generasi santri yang lebih sehat dan berdaya juang tinggi.
Hingga 1000 SPPG
Hingga Februari 2026, PBNU telah meresmikan berbagai SPPG di pesantren NU se-Indonesia, dengan total operasional mencapai sekitar 200 unit, ditambah ratusan lagi dalam proses.
Peresmian TerbaruPada 20 Februari 2026, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf meresmikan 41 SPPG baru di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Lombok Barat, NTB, daerah seperti NTB (36 unit), Jabar, Jateng, dan Jatim.
Target Jangka PanjangPBNU menargetkan 1.000 SPPG secara nasional untuk mendukung program MBG, dengan penambahan bertahap seperti 69 SPPG diresmikan sebelumnya di pesantren dan lembaga pendidikan NU.**







