Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menghidupkan kembali bank sampah di tingkat RW.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Budaya RT Berseri di Kelurahan Prajurit Kulon, Senin (9/3).
Menurut Ning Ita, sapaan akrabnya, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah. Perubahan perilaku masyarakat sejak dari rumah tangga menjadi kunci utama.
“Budaya RT Berseri bukan sekadar kegiatan, melainkan gerakan membiasakan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, guna memperkuat budaya hidup bersih dan sehat.
Ning Ita mengungkapkan, rata-rata rumah tangga di Kota Mojokerto menghasilkan 0,6 kilogram sampah per hari. Tanpa pemilahan, seluruhnya akan menumpuk di TPA.
Padahal, jika dikelola sejak dari rumah, hanya sekitar 20 persen yang seharusnya masuk ke TPA, sementara sisanya bisa diolah melalui pemilahan maupun bank sampah.
Namun, evaluasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam program Adipura menunjukkan dari 198 bank sampah yang tercatat, hanya 88 yang aktif.
“Karena itu, bank sampah di tiap RW harus kita aktifkan kembali,” tegasnya.
Melalui Budaya RT Berseri, Ning Ita berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah dari rumah dan kembali aktif mengelola bank sampah, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.**







