Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, LONDON– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai perhatian publik. Program dengan anggaran Rp335 triliun atau sekitar Rp1,2 triliun per hari itu dipertanyakan dari sisi kualitas dan pengawasannya.
Dalam unggahan 24 Februari 2026, Forendelba melontarkan kritik tajam kepada pemerintah dan DPR RI. Ia menilai makanan yang dibagikan belakangan hanya berupa kudapan rendah gizi dan mudah basi.
“Saya menuntut program MBG ini dihentikan 100% selama pemerintah tidak bisa menjamin standar gizinya, keamanan pangan, dan transparansi anggarannya,” tegas Forendelba.
Ia menekankan, di negara maju program serupa dijalankan dengan standar ketat, mulai dari perhitungan kalori sesuai kelompok usia hingga laporan audit yang bisa diakses publik lewat situs resmi pemerintah. Indonesia, menurutnya, tak cukup hanya meniru konsep tanpa sistem pengawasan yang kuat.
Sorotan juga mengarah pada dugaan makanan tak layak konsumsi dan risiko keracunan anak. Forendelba mengkritik respons pemerintah yang dinilai defensif. “Nyawa dan kesehatan anak itu bukan angka statistik, Pak. Bukannya memberikan sanksi tegas seperti langsung memberhentikan vendor, tapi malah defensif,” ujarnya. Ia menilai satu kasus saja sudah cukup menjadi alasan audit total.
Dari sisi transparansi, ia mempertanyakan komitmen transformasi digital. Dengan anggaran besar, sistem pelaporan real-time seharusnya dapat diwujudkan. Ia bahkan menawarkan diri membantu membangun sistem tersebut.

“Apapun program besar di Indonesia yang dilakukan tanpa transparansi dan audit independen, selama itu juga program tersebut hanya akan menjadi ladang korupsi baru,” pungkasnya.
Sejumlah warganet menyatakan dukungan. “Puasa gini MBG tetep jalan, menu kering banyak UPF. Seharusnya 1 bulan Ramadhan ini dipakai untuk evaluasi tapi mereka enggan,” tulis seorang netizen.
“Keren kamu mbak nih pak @prabowo.@gibran,” timpal lainnya.
Ada pula yang menyoroti dugaan praktik korupsi tersembunyi. “Apakah tidak ada HUKUMAN buat yg korupsi kualitas mbg & meracuni anak2 pelajar ?” tulis seorang pengguna, yang kemudian disambut komentar singkat lainnya, “Setujuuuuu.”







