Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

MBG Disorot: Korupsi Menu Dibiarkan, Kemanan Pangan Diabaikan

badge-check


					MBG Disorot: Korupsi Menu Dibiarkan, Kemanan Pangan Diabaikan Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, LONDON– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai perhatian publik. Program dengan anggaran Rp335 triliun atau sekitar Rp1,2 triliun per hari itu dipertanyakan dari sisi kualitas dan pengawasannya.

Dalam unggahan 24 Februari 2026, Forendelba melontarkan kritik tajam kepada pemerintah dan DPR RI. Ia menilai makanan yang dibagikan belakangan hanya berupa kudapan rendah gizi dan mudah basi.

“Saya menuntut program MBG ini dihentikan 100% selama pemerintah tidak bisa menjamin standar gizinya, keamanan pangan, dan transparansi anggarannya,” tegas Forendelba.

Ia menekankan, di negara maju program serupa dijalankan dengan standar ketat, mulai dari perhitungan kalori sesuai kelompok usia hingga laporan audit yang bisa diakses publik lewat situs resmi pemerintah. Indonesia, menurutnya, tak cukup hanya meniru konsep tanpa sistem pengawasan yang kuat.

Sorotan juga mengarah pada dugaan makanan tak layak konsumsi dan risiko keracunan anak. Forendelba mengkritik respons pemerintah yang dinilai defensif. “Nyawa dan kesehatan anak itu bukan angka statistik, Pak. Bukannya memberikan sanksi tegas seperti langsung memberhentikan vendor, tapi malah defensif,” ujarnya. Ia menilai satu kasus saja sudah cukup menjadi alasan audit total.

Dari sisi transparansi, ia mempertanyakan komitmen transformasi digital. Dengan anggaran besar, sistem pelaporan real-time seharusnya dapat diwujudkan. Ia bahkan menawarkan diri membantu membangun sistem tersebut.

“Apapun program besar di Indonesia yang dilakukan tanpa transparansi dan audit independen, selama itu juga program tersebut hanya akan menjadi ladang korupsi baru,” pungkasnya.

Sejumlah warganet menyatakan dukungan. “Puasa gini MBG tetep jalan, menu kering banyak UPF. Seharusnya 1 bulan Ramadhan ini dipakai untuk evaluasi tapi mereka enggan,” tulis seorang netizen.

“Keren kamu mbak nih pak @prabowo.@gibran,” timpal lainnya.

Ada pula yang menyoroti dugaan praktik korupsi tersembunyi. “Apakah tidak ada HUKUMAN buat yg korupsi kualitas mbg & meracuni anak2 pelajar ?” tulis seorang pengguna, yang kemudian disambut komentar singkat lainnya, “Setujuuuuu.”

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

300 Ojol Kota Malang Antusias Sambut Pembebasan Tunggakan PKB

9 Agustus 2026 - 19:53 WIB

PPh 22 Ditunda, Tokopedia Refund Dana Pajak Penjual Paling Lambat 30 September

9 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Deposit Judol Saat Piala Dunia Tembus Rp 1,02 Triliun

9 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Polda Metro Pastikan 995 dari 996 Senjata Temuan di Jaksel Senapan Angin

7 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Karhutla Bromo Hanguskan 120 Hektare, Diduga Ulah Manusia

7 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kemenkeu Incar Pajak dari Rumah Kontrakan dan Properti Sewa pada 2027

6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Trending di Nasional