Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, TEGAL- Usai bencana tanah bergerak dan 2.461 warga mengungsi, kini di areal desa Padasari, Tegal telah muncul danau kecil.
BPBD Tegal menyatakan bahwa genangan tersebut mendorong zona bahaya, karena berpotensi memicu longsor susulan di tanah labil. Pemkab Tegal lebih fokus pada evakuasi dan perburuan daripada detail waduk saat ini.
Bencana tanah gerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terjadi sejak awal Februari 2026 dan telah merusak lebih dari 860 rumah secara berat.
Hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah Anda harus pergi ke lokasi berikutnya dan memulai infrastruktur.
Lebih dari 863 rumah yang tercatat rusak oleh BPBD Jawa Tengah, termasuk dinding miring, longsor talud, dan retakan tanah yang menganga.
Sekitar 2.461 warga terdampak dan mengungsi ke posko sementara, sementara kondisi tanah masih labil berpotensi terjadinya pergerakan susulan.
Munculnya danau kecil di lokasi bencana merupakan dampak baru dari reservoir air akibat pergerakan tanah masif, yang meningkatkan kondisi zona merah tidak layak huni. Pemerintah daerah menetapkan wilayah itu sebagai zona bahaya dan sedang asesmen relokasi ke lahan Perhutani atau swasta.
BBWS Pemali Juana di BPBD Tegal melakukan tanggap darurat, termasuk koordinasi dengan Koramil dan desa untuk evakuasi cepat. Ini merupakan kejadian kedua setelah longsor serupa pada tahun 2022 yang merusak 246 rumah.
Pemkab menetapkan status tanggap darurat hingga 16 Februari 2026, dengan prioritas relokasi ke lahan aman seperti di Kalisapu, Slawi. Koordinasi dengan BNPB dan provinsi menargetkan perumahan tetap selesai sebelum Lebaran 2026. **
Sekitar 2.461 warga yang mengungsi dari bencana tanah gerak di Desa Padasari tersebar pada 8-9 titik pengungsian sementara. Lokasi utama meliputi majelis taklim, sekolah, gedung serbaguna, passantren, dan rumah warga di sekitar Kecamatan Jatinegara.
Lokasi Pengungsian
-
Majelis taklim dan gedung serbaguna di Desa Padasari serta desa tetangga.
-
Sekolah dan fasilitas pendidikan darurat untuk melakukan kegiatan belajar.
-
Pesantren Al-Adalah 2 sebagai tempat evakuasi santri dari ponpes yang roboh.
-
Rumah dinas bupati untuk lima lansia yang dipindah demi kenyamanan.
Rencana Relokasi
Pemkab Tegal menyiapkan 456 unit huntera tahap pertama di lahan Perhutani, seperti di Desa Padasari, Lebakwangi, dan Capar, Kecamatan Jatinegara, dengan kajian geologi untuk keamanan. Target perumahan rampung sebelum Lebaran 2026, sambil memenuhi kebutuhan dasar pengungsi di posko sementara.







