Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Dari Serat Centhini ke Istana Surakarta: Jejak Nasi Liwet Solo

badge-check


					Nasi liwet Perbesar

Nasi liwet

Penulis: Adi Wardhono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SOLO-Jika berkunjung ke Kota Solo, nasi liwet adalah kuliner yang tak boleh dilewatkan. Hidangan nasi gurih dengan lauk opor ayam, telur pindang, sayur labu siam, dan santan kental ini bukan sekadar makanan, melainkan warisan budaya yang sarat filosofi. Nasi putih melambangkan hati yang suci, telur sebagai simbol kehidupan, dan ayam suwir sebagai semangat berbagi.

Sejarah nasi liwet Solo dapat ditelusuri hingga abad ke-19, ketika kelezatannya mulai dikenal di kalangan istana Kasunanan Surakarta pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwana IX (1861–1893). Hidangan ini kerap hadir dalam acara besar keraton, termasuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Namun, akar tradisi nasi liwet lebih tua lagi. Catatan dalam Serat Centhini (1819 M) sudah menyebutkan teknik memasak liwet. Bahkan, masyarakat Jawa sejak berdirinya Kerajaan Mataram Islam (1582 M) telah mengenal nasi gurih sebagai bentuk refleksi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, mengganti nasi samin dengan santan sebagai bahan utama.

Nasi liwet Solo bermula dari Desa Menuran, Sukoharjo, di mana masyarakat memasaknya untuk acara syukuran sebagai doa keselamatan. Sekitar tahun 1934, warga Menuran mulai menjajakan nasi liwet ke wilayah Solo dan Surakarta. Sejak itu, nasi liwet tidak hanya menjadi santapan rakyat, tetapi juga hidangan favorit kaum ningrat di Keraton Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta.

Kini, nasi liwet Solo tetap bertahan di tengah gempuran kuliner modern. Filosofi, sejarah panjang, dan cita rasa khasnya menjadikan nasi liwet bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan dan warisan budaya Jawa yang hidup hingga hari ini. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style