Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Mangut: Kuliner Nusantara yang Menyimpan Cerita dari Parthayajna

badge-check


					Mangut lele Perbesar

Mangut lele

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negeri yang kaya akan alam dan budayanya, tetapi juga dengan warisan kuliner tradisional yang beragam dan penuh cita rasa.

Setiap kuliner tradisional merepresentasikan keunikan daerah asalnya, menghadirkan perpaduan rasa, aroma, dan cerita yang berbeda-beda.

Mangut merupakan hidangan khas Jawa berbahan dasar ikan yang dimasak dengan kuah santan berwarna kuning.

Cita rasa gurih dan pedas yang berasal dari perpaduan rempah serta cabai, menjadikannya lauk yang pas dinikmati bersama nasi hangat.

Nama “mangut” sendiri merupakan istilah yang telah mengalami pergeseran makna.

Melansir unggahan Instagram Chef Wira Hardiansyah, yang mengutip Zoetmulder dan S.O. Robson (1982), dahulu istilah “mangut” merujuk pada jenis ikan tertentu. Istilah tersebut terdapat dalam teks Parthayajna dan Nawaruci.

Teks Parthayajna menuliskan ikan mangut diperkirakan tinggal di ekosistem sungai. Sementara itu, teks Nawaruci memposisikan mangut sebagai jenis ikan tawar yang hidup di ekosistem kolam.

Asal-usul mangut bermula saat masyarakat pesisir Jawa mengembangkan cara untuk mengawetkan ikan melalui teknik pengasapan.

Awalnya, pembuatan mangut dilakukan sebagai cara untuk mengolah ikan yang telah diasapi tersebut. Untuk memperkaya cita rasa ikan asap yang cenderung kering, masyarakat setempat kemudian meracik bumbu dengan beragam rempah serta menggunakan santan agar menghasilkan rasa yang lebih gurih dan lezat.

Seiring dengan berjalannya waktu, mangut menjadi hidangan yang populer tidak hanya di daerah pesisir, tetapi juga di berbagai wilayah di Jawa, terutama Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Resepnya pun bervariasi sesuai dengan daerahnya masing-masing. Masyarakat Yogyakarta dan solo biasanya menggunakan ikan lele untuk membuat mangut.

Lalu, Anda akan menemukan mangut ikan pari jika sedang berada di daerah Semarang. Sementara itu, kawasan Pantai Utara lebih sering mengolah mangut menggunakan ikan manyung.

Warung Mbah Marto
Warung Mangut Lele Mbah Marto Ijoyo dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris di Yogyakarta. Hidangan ini telah bertahan sejak akhir 1960-an dengan cita rasa khas yang tetap terjaga.

Menurut Dayat pengelolanya, keunikan mangut lele Mbah Marto terletak pada proses pengolahan yang masih tradisional. Lele diasap menggunakan tusukan dari pelepah kelapa, bukan bambu atau kayu.

Pemilihan pelepah kelapa memberikan aroma gurih alami pada daging lele. Berbeda dengan bambu yang mengandung getah dan memengaruhi rasa saat dipanaskan.

Pengasapan dilakukan dengan bahan serabut kelapa agar panas lebih stabil dan minyak lele tetap keluar. “Pengasapannya itu pun tidak menggunakan arang tapi pakai serabut kelapa,” ujar Dayat.

Saat ini, warung tersebut berlokasi di Sewon, Bantul, Yogyakarta, tanpa membuka cabang lain. Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan hingga seratus porsi saat hari libur.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style