Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Ayam Geprek dan Penyet, Serupa Tapi Tak Sama

badge-check


					Ayam Geprek dan Penyet, Serupa Tapi Tak Sama Perbesar

Penulis: Wibisono | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Ayam geprek dan ayam penyet sama-sama digandrungi oleh penyuka pedas. Kombinasi ayam goreng dan sambal memang tak pernah gagal. Meski dua menu ini tampak serupa, ayam geprek dan ayam penyet adalah dua hidangan yang berbeda

Sejarah Ayam Geprek populer bermula dari sebuah warung sederhana di Jalan Wulung, Papringan, Yogyakarta. Sosok di balik inovasi tersebut adalah Bu Ruminah, yang pada tahun 2003 silam secara tidak sengaja menciptakan perpaduan ayam goreng tepung dengan ulekan cabai.

Awalnya, ia hanya menjajakan ayam goreng tepung biasa sebelum seorang mahasiswa pelanggan setianya meminta agar ayam gorengnya dilumatkan bersama sambal. Sajian seperti itulah yang kemudian dikenal luas sebagai ayam geprek yang juga disebut ayam gejrot.

Secara harfiah, kata geprek diambil dari Bahasa Jawa yang merujuk pada teknik pengolahan makanan dengan cara dipukul, ditekan, atau dilumatkan. Nama ini muncul secara spontan saat sang pencetus memberikan identitas pada hidangan kreasinya tersebut. Lalu, Bu Ruminah menamainya dengan nama “ayam geprek”.

Menu yang menggabungkan cita rasa gurih dan pedas ini terus bertahan hingga dua dekade lebih sejak pertama kali diperkenalkan. Berkat eksperimen di warungnya, Bu Ruminah berhasil menemukan varian ayam goreng baru di Indonesia.

Ayam Penyet
Ayam penyet merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang populer karena rasa pedas dan kelezatannya. Makanan ini berasal dari Jawa Timur, khususnya daerah Surabaya, dan mulai dikenal luas pada awal tahun 2000-an.

Nama “penyet” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “ditekan” atau “dipenyet”. Ciri khas ayam penyet adalah ayam goreng yang digeprek menggunakan ulekan dan disajikan di atas sambal terasi yang pedas. Proses “penyet” ini membuat bumbu sambal meresap ke dalam daging ayam, menciptakan sensasi rasa yang kuat dan menggugah selera.

Ayam penyet awalnya dikenal sebagai makanan rumahan, namun kemudian dikembangkan oleh berbagai rumah makan menjadi menu utama yang diminati banyak orang. Kesuksesan ini membuat ayam penyet menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia bahkan hingga mancanegara seperti Malaysia dan Singapura.

Kini, ayam penyet telah memiliki banyak variasi, termasuk penyet iga, tempe, tahu, hingga lele. Namun, keunikan rasa sambalnya tetap menjadi daya tarik utama dari hidangan ini.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Trending di Life Style