Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

23 Prajurit TNI Tertimbun Longsor Saat Latihan di Cisarua, 4 Gugur

badge-check


					Tim SAR gabungan, Minggu, 25 Januari 2026, melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sedikitnya 17 warga ditemukan meninggal akibat bencana tersebut. (Antara/Abdan Syakura) Perbesar

Tim SAR gabungan, Minggu, 25 Januari 2026, melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sedikitnya 17 warga ditemukan meninggal akibat bencana tersebut. (Antara/Abdan Syakura)

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, BOOR-Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan sebanyak 23 anggota TNI tertimbun bencana longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, empat personel telah ditemukan gugur.

“Benar, terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Hingga saat ini baru empat personel yang berhasil ditemukan dan dinyatakan meninggal dunia, sementara lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Muhammad Ali kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Senin (26/1/2026).

Ali menjelaskan, para prajurit tersebut sedang melaksanakan latihan sebagai bagian dari persiapan penugasan ke wilayah perbatasan Papua–Papua Nugini. Namun, cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut memicu terjadinya longsor.

Menurutnya, hujan deras mengguyur wilayah Cisarua hampir selama dua hari berturut-turut. Kondisi itu diduga kuat menyebabkan pergerakan tanah yang menimbun area latihan, termasuk lokasi tempat para prajurit berada.

“Saat kejadian, hujan turun sangat lebat selama hampir dua malam. Longsor kemudian menimpa satu desa, dan kebetulan prajurit kami sedang melaksanakan latihan di lokasi tersebut,” jelasnya.

Hingga kini, tim gabungan masih berupaya mencari 19 anggota TNI yang dilaporkan belum ditemukan. Proses pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mengingat kondisi medan yang sulit.

Kasal menambahkan, penggunaan alat berat belum memungkinkan karena akses jalan sempit dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat. Sebagai alternatif, pencarian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi, termasuk drone, pemindai termal, serta anjing pelacak atau K9.

“Alat berat belum bisa masuk. Saat ini pencarian dilakukan menggunakan drone, teknologi termal, dan anjing pelacak untuk memaksimalkan upaya evakuasi,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS Catat Harga Cabai di Jatim Turun Tajam, Rawit Merah Kini Rp45 Ribu per Kg

30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

BMKG Ungkap Musim Hujan di Jawa Timur akan Berlangsung Selama Empat Bulan Saja

30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Trending di Nasional